Balik Rujuk, Garuda Indonesia Masih Enggan Pasang Logo di Sriwijaya
Kamis, 03 Oktober 2019 - 18:46 WIB
Balik Rujuk, Garuda Indonesia Masih Enggan Pasang Logo di Sriwijaya
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) belum akan memasang logo kembali di armada pesawat milik Sriwijaya Air Group. Meskipun saat ini Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Group telah kembali melanjutkan kerjasamanya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askara mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan memastikan tingkat keamanaan seluruh armada pesawat milik Sriwijaya. "Jadi, kita lihat kalau memang standar safety sudah seperti Garuda Indonesia. Kita yakinkan 100% baru kita akan pasang lagi," ujar Ari saat berada di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Lebih lanjut, Ia juga meminta kepada PT Citilink Indonesia untuk mencabut gugatan terhadap PT Sriwijaya Air Group dikarenakan untuk pelayanan konsumen. "Saya sudah minta sama Citilink untuk mendrop tuntutan itu. Dimana yang penting penumpang terlayani dan para pegawai pastinya,” jelasnya.
Sebagai informasi, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air memulai kerja sama manajemen (KSM) pada November 2018 lalu. Hal ini sebagai tindak lanjut dari upaya Garuda Indonesia Group membantu perbaikan keuangan Sriwijaya Air Group yang menanggung utang ke sejumlah perusahaan pelat merah, di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I dan II, hingga ke anak usaha Garuda, yakni PT GMF AeroAsia.
Namun, kerja sama manajemen sempat terhenti setelah Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi dalam perombakan pengurusan perusahaan tanpa izin, di mana pihak Citilink tidak dilibatkan dalam prooses perombakan. Akan tetapi kedua perusahaan kembalin rujuk dimana Garuda Indonesia Group bersama Sriwijaya Air Group melanjutkan kerja sama manajemen.
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askara mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan memastikan tingkat keamanaan seluruh armada pesawat milik Sriwijaya. "Jadi, kita lihat kalau memang standar safety sudah seperti Garuda Indonesia. Kita yakinkan 100% baru kita akan pasang lagi," ujar Ari saat berada di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Lebih lanjut, Ia juga meminta kepada PT Citilink Indonesia untuk mencabut gugatan terhadap PT Sriwijaya Air Group dikarenakan untuk pelayanan konsumen. "Saya sudah minta sama Citilink untuk mendrop tuntutan itu. Dimana yang penting penumpang terlayani dan para pegawai pastinya,” jelasnya.
Sebagai informasi, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air memulai kerja sama manajemen (KSM) pada November 2018 lalu. Hal ini sebagai tindak lanjut dari upaya Garuda Indonesia Group membantu perbaikan keuangan Sriwijaya Air Group yang menanggung utang ke sejumlah perusahaan pelat merah, di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I dan II, hingga ke anak usaha Garuda, yakni PT GMF AeroAsia.
Namun, kerja sama manajemen sempat terhenti setelah Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi dalam perombakan pengurusan perusahaan tanpa izin, di mana pihak Citilink tidak dilibatkan dalam prooses perombakan. Akan tetapi kedua perusahaan kembalin rujuk dimana Garuda Indonesia Group bersama Sriwijaya Air Group melanjutkan kerja sama manajemen.
(akr)
Lihat Juga :