PPA Rawat Sembilan BUMN Sakit, Dua Sudah Sehat

Kamis, 24 Oktober 2019 - 15:27 WIB
PPA Rawat Sembilan BUMN...
PPA Rawat Sembilan BUMN Sakit, Dua Sudah Sehat
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), Iman Rachman, mengatakan PPA telah merawat sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sakit-sakitan alias kondisi keuangan yang buruk.

Hasil perawatan PPA, dari sembilan BUMN tersebut, ada yang sudah sehat, mulai pulih, namun tidak sedikit yang masih sakit.

Dua perusahaan yang sudah sehat itu adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero). Waskita bahkan sudah bangkit menjadi salah satu pemain besar sektor konstruksi di Indonesia.

Seiring bugarnya kondisi Waskita, PPA sudah mengembalikan Waskita kepada pemerintah. Sedangkan, Nindya Karya masih menjadi anak usaha PPA dan saat ini telah berkontribusi sekitar 80% laba kepada PPA.

Lantas bagaimana cara PPA merawat mereka? "Kami melakukan penyehatan atau restrukturisasi BUMN terdiri dari dua cara. Pertama, menjadikannya anak usaha. Kedua, PPA bertindak menjadi financial controller," ujar Iman di Kementerian BUMN, Kamis (24/10/2019).

Sedangkan yang mulai sehat adalah PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Survey Udara Penas (Persero), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Iman menjelaskan ketiga perusahaan ini memang secara keuangan belum mencetak untung di tahun 2019. "Tapi menariknya, bisnis mereka sudah jalan," terangnya.

Sedangkan yang masih sakit-sakitan dan butuh perawatan adalah PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), PT Industri Gelas (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero). PPA terus melakukan segala upaya untuk menyelamatkan dan menyehatkan empat BUMN tersebut, karena mereka sudah tidak berproduksi.

"Yang menjadi perhatian dan isu adalah Merpati, Industri Gelas, Kertas Leces dan Kertas Kraft Aceh. Mereka sedang restrukturisasi. Kita sedang melihat bagaimana cara mereka bisa berjalan lagi," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkrut, Merpati Airlines...
Bangkrut, Merpati Airlines Tinggalkan Utang Rp10,9 Triliun
Alihkan Aset Merpati...
Alihkan Aset Merpati Usai Dipailitkan, Erick Thohir: Jangan Sampai Kita Zalim
Pasangon Eks Karyawan...
Pasangon Eks Karyawan Merpati Rp318 Miliar Terancam Hilang
DPR Tekankan Penyelesaian...
DPR Tekankan Penyelesaian Hak 1.225 Pegawai Merpati yang Masih Menggantung
Sah! Merpati Airlines...
Sah! Merpati Airlines Resmi Dinyatakan Pailit
Merpati Ingkar Janji,...
Merpati 'Ingkar Janji', Sejak 2016 Pesangon Karyawan Belum Dilunasi
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
14 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
31 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved