OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Kamis, 31 Oktober 2019 - 13:32 WIB
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
A A A
JAKARTA - Tantangan dinamika ekonomi global sedang dihadapi oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian kondisi global yang masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan maupun investor di pasar finansial dalam hal menentukan arah strategi ke depannya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan ke empat Oktober dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global. "Intermediasi sektor jasa keuangan tercatat membukukan perkembangan yang stabil dengan profil risiko yang terkendali," ujar Wimboh di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Sambung dia menerangkan, data perekonomian global pasti berdampak ke Indonesia termasuk sektor jasa keuangan dan sektor riil. "Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat dalam membangun sektor prioritas pemerintah. Sektor jasa keuangan juga masih memiliki ruang permodalan untuk mendorong perekonomian nasional,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada bulan September menunjukkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) perbankan sebesar 23,38%, Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa 667,47%, RBC asuransi umum 321,4% dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan 2,72 kali. Risiko kredit dan pembiayaan juga terjaga dengan NPL gross 2,66% dan NPL nett 1,15 %. NPF gross 2,66% dan NPF nett 0,55%.

Kredit perbankan sampai September mencapai Rp5.524,19 triliun atau tumbuh 7,89% (yoy) antara lain ditopang kredit infrastruktur Rp777,89 triliun (16,67%/yoy), kredit pariwisata Rp131,56 triliun (7,35%/yoy), kredit pengolahan Rp917,46 triliun (5,54%/yoy). Ditambah kredit perikanan kelautan Rp93,22 triliun (0,07%/yoy) dan kredit perumahan Rp512,8 triliun (9,99%/yoy).

Sementara Dana Pihak Ketiga perbankan mencapai Rp5.891,92 triliun atau tumbuh 7,4% (yoy). Penghimpunan dana di Pasar Modal mencapai Rp140,3 triliun dengan jumlah IPO sebanyak 40 perusahaan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK: Investor Domestik...
OJK: Investor Domestik Topang Penguatan Pasar Saham di Juli
144 Pelaku Usaha Jasa...
144 Pelaku Usaha Jasa Keuangan Kena Semprit OJK di 2025, Ada 40 Dihajar Denda
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
OJK Temukan 1.915 Iklan...
OJK Temukan 1.915 Iklan Jasa Keuangan Melanggar Aturan
Jabodetabek PSBB, OJK...
Jabodetabek PSBB, OJK Pastikan Industri Jasa Keuangan Beroperasi Normal
Berita Terkini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
1 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
1 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
2 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
3 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved