Impor Cangkul Capai Ratusan Ribu, Menperin Sebut Kesadaran Pembeli Rendah

Kamis, 07 November 2019 - 19:54 WIB
Impor Cangkul Capai...
Impor Cangkul Capai Ratusan Ribu, Menperin Sebut Kesadaran Pembeli Rendah
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, masih terjadinya impor cangkul karena kurangnya kesadaran offtaker (pembeli), baik kementerian/lembaga maupun masyarakat, terhadap produk dalam negeri. Hal ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan untuk urusan cangkul masih impor yang mencapai ratusan ribu.

Karena itu, Menperin Agus Gumiwang mengungkapkan perlu kesadaran seluruh pihak untuk menghentikan impor pacul. "Kesadarannya belum ada, kalau kualitasnya (produksi dalam negeri) sudah bagus," ujar Agus di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

(Baca Juga: Impor Cangkul Menghina Harga Diri Bangsa Indonesia )

Guna meningkatkan kesadaran untuk membeli produk lokal, lanjut Gumiwang, pemerintah akan mendorong kampanye penggunaan produk dalam negeri. Mulai dari kemampuan industri Tanah Air untuk memasok produk tersebut hingga soal kualitasnya.

Tak hanya pada masyarakat, terang dia hal itu juga akan dilakukan pada kementerian/lembaga untuk diminta membelanjakan alokasi anggaran yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk produk-produk dari dalam negeri. Sehingga mendorong tak ada lagi impor produk seperti pacul/cangkul dan semacamya. "Kalau belanja pacul yang anggarannya dari APBN itu, akan kami wajibkan untuk belanja dari dalam negeri," tegasnya.
(Baca Juga: Neraca Dagang Defisit, Jokowi: Kebangetan Pakai Uang Pemerintah untuk Impor )
Terkait kemampuan produksi pacul di Indonesia, Gumiwang memastikan, industri dalam negeri mampu memenuhinya. Sehingga tidak perlu mengkhawatirkan suplai cangkul dalam negeri, melainkan menurutnya kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan.

"Ada sekitar 500.000 kapasitas produksi pacul/cangkul di dalam negeri. Jadi kalau mengenai supply tidak ada maslah. Paling penting kedasaran dari mereka yang menggunakan pacul, yakni bahwa produksi dalam negeri juga siap," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Alkes Diharapkan...
Industri Alkes Diharapkan Masuk Program Pengurangan impor 35%
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Menteri Teten: Jangan...
Menteri Teten: Jangan Lagi Impor Alat Kesehatan dan Pertanian!
Impor Bahan Baku Industri...
Impor Bahan Baku Industri Bakal 'Dipaksa' Turun Mencapai 35%
Substitusi Impor, Kemenperin...
Substitusi Impor, Kemenperin Dorong Penggunaan Mesin Buatan Lokal
Membangun Kemandirian...
Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
1 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
1 jam yang lalu
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
2 jam yang lalu
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved