Luhut Tantang Pengkritik Kebijakan Ekonomi untuk Ketemu

Selasa, 10 Desember 2019 - 13:02 WIB
Luhut Tantang Pengkritik...
Luhut Tantang Pengkritik Kebijakan Ekonomi untuk Ketemu
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengaku kesal dengan kritik dari pengamat terhadap beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah yang menurutnya tidak berdasarkan fakta. Bahkan Menko Luhut menantang para pengkritik untuk bertemu agar diberikan penjelasan terkait aksi cepat yang dilakukan pemerintahan Jokowi.

Meski begitu, Menko Luhut menegaskan bukan orang yang anti kritik akan tetapi menurutnya para pengamat agar tidak memberi kritik berdasarkan data yang salah. "Saya bukan orang yang anti kritik, tapi saya kesal kalau dikritiknya tidak berdasarkan fakta di lapangan," ungkap Luhut di Jakarta, Selasa (10/12/2019).(Baca Juga: Luhut: Ekonomi Indonesia Bagus, Tak Perlu Khawatir Aneh-aneh )
Lebih lanjut Ia menerangkan, sempat menantang para pengamat yang melontarkan kritik akan tetapi terang Luhut tidak ada yang mau ketemu. "Pak Jokowi sudah minta semua serba cepat. Ini para pengamat beraninya kritik, tapi saya undang ketemu untuk dijelaskan tidak mau," paparnya.

"Saya terima kritik, karena tentu ada angle yang mungkin saya tidak tahu. Tapi mengkritik pun harus tahu data di lapangan yang sebenarnya, maka dari itu saya undang para pengamat untuk bertemu saya," tegas Luhut.

Sementara terkait dengan perbaikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), terang dia bisa diatasi dengan peningkatan ekspor. "Ekspor tercepat adalah value added. Grand strategy Indonesia sudah berjalan, bukan baru mulai berjalan ya," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Minus, Luhut: Lebih Baik di Antara Emerging Market
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Hadapi Tantangan Masa...
Hadapi Tantangan Masa Depan, Begini Desain Strategi Investasi RI
Sebut Kementerian Luhut...
Sebut Kementerian Luhut Layak Dibubarkan, Ekonom Indef Dinilai Cuma Genit
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved