BKPM Siap Dukung Kerja Sama Perusahaan Indonesia-Korsel

Rabu, 18 Desember 2019 - 11:27 WIB
BKPM Siap Dukung Kerja...
BKPM Siap Dukung Kerja Sama Perusahaan Indonesia-Korsel
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan Senin (16/12) lalu menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Nindya Karya (Persero) dengan DH Group dan dengan Samsung Engineering.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk komitmen awal kerja sama strategis antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan (Korsel).

Nota Kesepahaman antara PT Nindya Karya (Persero) dengan DH Group ditandatangani oleh Pelaksana Direktur Utama PT Nindya Karya Haedar A Karim dan Chairman DH Group Jung Sam Seung, yang merupakan perusahaan holding finansial di Korea Selatan.

Bahlil mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan bentuk kerja sama dalam hal pengerjaan proyek revitalisasi pemipaan di Blok Rokan dan pengembangan kilang di Dumai milik Pertamina dengan perkiraan biaya sekitar Rp60 triliun.

"Pengembangan proyek tersebut untuk membantu merevitalisasi pipa migas Blok Rokan agar kapasitas produksi minyak dapat ditingkatkan," ujar Bahlil di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Pengembangan kilang di Dumai tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi BBM di dalam negeri. "Ini akan mengurangi ketergantungan impor minyak sehingga diharapkan mampu menekan defisit transaksi berjalan," jelasnya.

BKPM, tegas dia, sangat mengapresiasi kerja sama yang baik antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan tersebut. "Kami berterima kasih banyak kepada PT Nindya Karya untuk inisiasi kerja sama dengan dua perusahaan Korea ini. Pemerintah akan mendukung penuh untuk memfasilitasi rencana investasi tersebut di Indonesia," ungkap Bahlil.

Sesuai dengan Inpres No 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha, saat ini seluruh perizinan dan insentif fiskal menjadi kewenangan BKPM. "Kami akan membantu investasi teman-teman semua, sehingga investor tidak perlu ragu-ragu untuk berinvestasi di Indonesia," tegas Bahlil.

Bahlil juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Nindya Karya dengan Samsung Engineering dalam hal kerja sama pengembangan fasilitas pengolahan air di Bali dan DIY dengan nilai proyek mencapai Rp1,2 triliun. Pengembangan proyek ini diharapkan dapat membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret
Negaranya Boleh Aja...
Negaranya Boleh Aja Resesi, Tapi Belanda Tetap Gacor Soal Investasi di RI
Kejar Investasi hingga...
Kejar Investasi hingga ke Negeri Ginseng, Erick Thohir: RI Masih Punya Daya Tarik
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Investasi Terdongkrak...
Investasi Terdongkrak Serap 295.387 Tenaga Kerja, Bahlil: Kita Push Betul
Pesan Lahan di Batang,...
Pesan Lahan di Batang, Tiga Perusahaan Asing Siap Investasi di RI
Berita Terkini
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
17 menit yang lalu
Cashback Rp300.000,...
Cashback Rp300.000, Transaksi Harian Makin Untung Menggunakan Kartu Kredit MNC Bank
32 menit yang lalu
Melebarkan Sayap Internasional,...
Melebarkan Sayap Internasional, Pegadaian Cetak Kinerja Positif di Timor Leste
35 menit yang lalu
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
51 menit yang lalu
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
1 jam yang lalu
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 20252034
1 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Mengejutkan...
5 Fakta Mengejutkan Timnas Korsel U-23 usai Kalah dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved