2020, SKK Migas Mulai Awasi Operasi Hulu Migas Secara Online

Rabu, 01 Januari 2020 - 06:06 WIB
2020, SKK Migas Mulai...
2020, SKK Migas Mulai Awasi Operasi Hulu Migas Secara Online
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan terobosan membangun sistem digital terintegrasi (Integrated Operation Center/IOC) guna mengawasi kegiatan usaha hulu migas di seluruh Indonesia. Inovasi tersebut diyakini mampu mengefisienkan anggaran pemeliharaan fasilitas hulu migas.

“Sistem ini dapat melakukan monitoring sehari-hari secara realtime operasi hulu migas sehingga memudahkan SKK Migas mendapatkan akses data KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). Selain itu pengawasan juga akan lebih efektif untuk memberikan masukan kepada KKKS,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat meluncurkan IOC di Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Menurut dia, melalui sistem digital terintegrasi tersebut juga lebih efektif melakukan tindakan preventif apabila terjadi gangguan operasional hulu migas seperti terjadinya insiden lapangan YYA-1 Blok ONWJ ataupun insiden lainnya sehingga menghambat target produksi migas.

Melalui inovasi tersebut diharapkan mampu mencapai target 1 juta barel pada 2030 mendatang. “Pembangunan sistem ini merupakan salah satu inovasi meningkatkan produksi untuk mendukung visi 1 juta barel pada 2030,” kata dia.

Dengan IOC ini, imbuhnya, maka SKK migas tidak lagi pasif menunggu laporan dari KKKS akan tetapi akan lebih aktif melakukan pengawasan kepada KKKS. Sejumlah layanan IOC di antaranya, layanan pengelola kinerja yang terhubung dengan KKKS, layanan pengeboran dan kegiatan operasi lifting. “Kegiatan operasi lifting dapat terpantau secara realtime secara online oleh SKK Migas,” kata dia.

Dia menandaskan bahwa dengan kehadiran IOC tersebut, KKKS tidak bisa santai menjalankan work plan dan budget (WP&B) karena kecepatan dan keakuratan data menjadi salah satu kunci bagi SKK Migas mengambil keputusan.

Berdasarkan data SKK Migas per 31 Desember 2019 telah dilakukan pekerjaan workover sebanyak 821 sumur. Sedangkan untuk pekerjaan perawatan sumur minyak (well service) sebanyak 29.365 sumur. Untuk pekerjaan development wells drilling telah mencapai 320 drilling. Adapun untuk seismic 2D telah mencapai 12.169 kilometer. “Mayoritas target kegiatan itu dapat tercapai. Bahkan dibandingkan tahun sebelumnya target tahun ini jauh lebih baik,” tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Peran SKK Migas...
Perkuat Peran SKK Migas Melalui Realisasi RUU Migas
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Pemasok Lokal Berpeluang...
Pemasok Lokal Berpeluang Masuk Ekosistem Hulu Migas
Investasi Hulu Migas...
Investasi Hulu Migas Sepanjang 2021 Merayap Capai Rp152 Triliun
Pacu Produktivitas Industri...
Pacu Produktivitas Industri Hulu Migas, SKK Migas Berikan 18 Penghargaan
Indonesia Bisa Bercermin...
Indonesia Bisa Bercermin dari Mesir Soal Perbaikan Investasi Migas
Berita Terkini
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
22 menit yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
47 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
1 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved