Kementerian BUMN Masih Kaji Dugaan Korupsi di Asabri

Senin, 13 Januari 2020 - 15:47 WIB
Kementerian BUMN Masih...
Kementerian BUMN Masih Kaji Dugaan Korupsi di Asabri
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan belum bisa memastikan adanya kerugian maupun korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya masih mengkaji dugaan kerugian sebesar Rp10,8 triliun yang dialami asuransi pelat merah itu.

Seperti diketahui, isu korupsi di tubuh Asabri pertama kali dilontarkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyebutkan ada dugaan korupsi di Asabri yang nilainya lebih dari Rp10 triliun.

"Sedang kita kaji, sedang kita lihat, karena kan nilainya bergerak terus. Tapi memang ada penurunan nilai di sisi sahamnya," ujar Kartika di gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020).

(Baca Juga: Manajemen Asabri Bantah Isu Korupsi, Tegaskan Perusahaan Berjalan Baik)

Menurut dia, kerugian pada perusahaan asuransi pelat merah itu sudah sejak lama. Tapi, dirinya belum mengetahui sejak kapan kerugian itu terjadi. "Kita lagi teliti, kita juga lagi investigasi dengan BPK. Jadi kita belum lihat mulai kapannya. Pokoknya sudah mulai cukup lama. Untuk surat dari audit BPK. Kita belum lihat detail," pungkasnya.

Terpisah, Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja melalui keterangan resmi menegaskan bahwa perusahaan dalam keadaan baik dan dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG). Kegiatan operasional Asabri, terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim ditegaskannya berjalan dengan normal dan baik. Dia menegaskan, Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya.

Terkait penurunan saham, Sonny menjelaskan bahwa sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, memang ada beberapa penurunan nilai investasi yang sifatnya sementara. "Namun demikian, manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos Asabri Ungkap Borok...
Bos Asabri Ungkap Borok Pengelola Perusahaan Sebelumnya
Menteri Erick Tunjuk...
Menteri Erick Tunjuk Politikus Gerindra Jadi Komisaris Asabri
Bos Asabri di Depan...
Bos Asabri di Depan DPR: Saya Kenyang Lihat Direksi Korupsi
Terbongkar! Bancakan...
Terbongkar! Bancakan Duit Asabari Lebih Gede Dibandingkan Jiwasraya
Kasus Asabri Terjadi...
Kasus Asabri Terjadi karena 'Lembeknya' Pengawasan Dewan Komisaris
Erick Thohir: Hari Ini...
Erick Thohir: Hari Ini Kita Fokus Asabri, Alhamdulillah Jiwasraya Sudah Putus
Berita Terkini
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
10 menit yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
10 menit yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
28 menit yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
47 menit yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved