Solusi Asabri dan Jiwasraya Berbeda, Ini Penjelasan Wamen BUMN Kartika

Senin, 13 Januari 2020 - 17:52 WIB
Solusi Asabri dan Jiwasraya...
Solusi Asabri dan Jiwasraya Berbeda, Ini Penjelasan Wamen BUMN Kartika
A A A
JAKARTA - Skema penyelesaian antara kasus yang melilit PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), meski ada kesamaan di antara keduanya. Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, penyelesaian kasus Asabri bakal dibicarakan lebih lanjut antara Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Kalau ASABRI kan asuransi sosial, pasti penyelesaiannya beda dengan Jiwasraya, ini lain. Nanti kita lihat dengan Pak Menkopolhukam," ujar Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020).

(Baca Juga: Asabri Disebut Dibobol Rp10 T, Pengamat Peringatkan Bisa Melebihi Jiwasraya )

Lebih lanjut dia menerangkan, penyelesaian Asabri tidak dengan mencari investor dikarenakan skema bisnisnya asuransi sosial bukan pribadi. "Beda, tidak pakai investor. Karena Asabri itu asuransi sosial bukan asuransi privat. Jadi tidak bisa, dalam konteks B to B agak sulit karena mereka asuransi sosial," jelasnya.

(Baca Juga: Asabri Terlilit Kasus Mirip Jiwasraya, Wimboh: OJK Tak Termasuk Pengawas )

Sambung dia menambahkan, belum bisa memastikan kerugian Asabri dikarenakan masih menunggu audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Sebelumnya Mahfud MD menyebutkan, bahwa Asabri telah dibobol mencapai Rp10 Triliun. "Belum bisa jawab, masih nunggu audit dulu. Lagi kita kaji, Asabri belum selesai," tegasnya.

Meski begitu, Ia mengakui bila memang ada kerugian dari portofolio investasi saham yang dibenamkan oleh Asabri.Berdasarkan data Stockbit, Asabri memegang saham 17 emiten. Mayoritas harga saham tersebut longsor berkisar 50% hingga lebih 90%. Salah satu saham dalam portofolio Asabri yang harganya turun signifikan dan masih melanjutkan penurunan yaitu saham perusahaan bidang perikanan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk atau PCAR.

Berdasarkan ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara yang dilansir Kementerian BUMN, Asabri tercatat mengalami penurunan signifikan laba bersih pada 2018. Perusahaan membukukan laba tahun berjalan yang belum diaudit Rp 110,47 miliar. Jumlah ini turun 86,87% dari laba 2017 yang sudah diaudit Rp 943,811 miliar. Namun, penyebab penurunan belum terang lantaran ringkasnya data.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Erick Tunjuk...
Menteri Erick Tunjuk Politikus Gerindra Jadi Komisaris Asabri
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Kereta Api, Kementerian BUMN Ajukan Suntikan Dana
Kasus Asabri Terjadi...
Kasus Asabri Terjadi karena 'Lembeknya' Pengawasan Dewan Komisaris
Bos Asabri Ungkap Borok...
Bos Asabri Ungkap Borok Pengelola Perusahaan Sebelumnya
Meneropong Isi Kantong...
Meneropong Isi Kantong PT Asabri Hingga 2025
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved