Imbas Melonjaknya Harga Minyak Sawit, Produk Turunan Jadi Primadona

Selasa, 21 Januari 2020 - 07:02 WIB
Imbas Melonjaknya Harga...
Imbas Melonjaknya Harga Minyak Sawit, Produk Turunan Jadi Primadona
A A A
POTENSI dalam pengoptimalan penyerapan industri kelapa sawit bisa dilakukan melalui produk turunannya. Produk ini di antaranya digunakan untuk fraksionasi (terutama industri minyak goreng), lemak khusus (cocoa butter substitute), margarin, oleokimia, dan sabun. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara mengatakan, potensi itu menjadi kekuatan yang sangat besar pada konstelasi pasar domestik dan internasional bagi produk hilir kelapa sawit Indonesia.

Menariknya, 80% serapan minyak sawit banyak digunakan sebagai minyak makanan dan berbagai produk turunannya. Bahkan, sejak 1990-an silam, minyak sawit sudah digunakan di sebagian besar industri minyak makanan dan produk turunan dunia, termasuk Uni Eropa. Terlebih selepas 2006, saat produksi minyak sawit global mengalahkan produksi minyak kacang kedelai di dunia. Naiknya permintaan pasar global memang menjadi dinamika akan keberadaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan berbagai produk turunannya.

“Keberadaan CPO dan produk turunannya yang kian digemari pasar global merupakan bagian dari bukti keberadaan minyak sawit yang sehat dikonsumsi manusia dan ramah lingkungan,” ujar Ngakan.

Pada dasarnya, kelapa sawit memproduksi 2 jenis minyak, yang pertama minyak sawit kasar atau CPO dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO). Kedua produk tersebut kemudian diproses lebih lanjut hingga akhirnya menghasilkan berbagai macam produk yang kita gunakan sehari-hari.

Produk turunan sawit menjadi primadona terlihat dari catatan sepanjang periode Januari–April 2019. Pada periode tersebut, volume ekspor untuk produk turunan sawit dengan basis 15 HS Code mencapai sekitar 180 ribu ton. Hal ini merupakan kenaikan positif, apalagi pada periode 2018 lalu, ekspor produk turunan minyak sawit ini, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 2,76 juta ton. Lebih tinggi dibanding ekspor pada periode 2017 yang hanya mencapai 1,79 juta ton.

Demikian pula nilai ekspor tercatat naik. Misalnya saja pada periode 2017, nilai ekspor produk turunan sawit itu hanya mampu mencapai US$1,53 miliar, lantas pada 2018 tercatat meningkat mencapai US$2,38 miliar atau meningkat sekitar 35%. Sementara, nilai ekspor sampai April 2019 telah mencapai US$264 juta.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat, kondisi demikian menunjukkan optimisme di saat kondisi ekonomi mengalami inflasi di sekitar 3% dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2%. “Dengan demikian, harapannya volume ekspor dan konsumsi produk turunan sawit ini akan terus tumbuh dengan baik,” tutur Rapolo, belum lama ini.

Dari Selai hingga Detergen

Lantas apa saja produk turunan minyak sawit ini? Mungkin anggapan sebagai besar masyarakat, kelapa sawit hanya menghasilkan minyak goreng saja. Padahal, banyak produk turunannya yang sering kita gunakan dalam kebutuhan hidup sehari-hari.

Dikutip dari laman resmi PT SMART (Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk.), minyak kelapa sawit menjadi bahan baku di separuh produk yang dijual di supermarket, mulai dari selai cokelat hingga detergen atau sabun cuci. Alasannya, minyak sawit punya karakteristik yang cocok sebagai bahan baku di berbagai produk.

Misalnya di produk cokelat dan selai cokelat, minyak sawit dianggap sempurna sebagai bahan baku karena tidak berasa dan berbau, mudah dioleskan di suhu ruangan, serta memiliki tekstur halus dan lembut. Dengan adanya minyak sawit, pencairan cokelat bisa dicegah dan untuk selainya, jadi mudah dioleskan. “Bahkan, bisa menjamin kelembutan isi truffle cokelat,” tulis SMART.

Kemudian di produk lipstik, minyak sawit dipakai untuk kosmetik ini karena minyak kelapa sawit bebas warna, rasa, dan memiliki kemampuan menahan warna yang cukup baik. Karena sifat minyak sawit ini, produk lipstik mudah dipakai dan dihapus, serta teksturnya mengilap.

Margarin dan selai mentega juga memakai bahan dasar minyak sawit. Minyak itu membuat keduanya lebih mudah dioleskan dan mencegah olesannya tercecer dari roti panggang. Begitu juga dengan sabun. Minyak kelapa sawit membantu menjaga kulit tetap bersih dan lembab sehingga menjadikannya bahan yang ideal untuk sabun. Minyak kelapa sawit membuat sabun tidak licin saat diletakkan di tempat sabun, halus dan lentur, serta berwarna dan harum jika dipakai.

Bahkan, mi instan pun ternyata memakai minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit membuat mi mentah dapat dimasak dan dikeringkan serta disimpan terlebih dulu. Dengan begitu, untuk menyajikan mi instan hanya perlu merebus di air mendidih.

Sampo pun demikian. Minyak kelapa sawit adalah agen conditioning aktif yang ada di dalam banyak sampo. Jadi, jika rambut terasa lembut dan halus, mungkin itu karena minyak kelapa sawit. Sama halnya dengan detergen. “Minyak kelapa sawit adalah zat yang digunakan untuk menghasilkan sodium lauryl sulfate. Bahan ini merupakan agen pembentuk busa efektif yang dipakai dalam detergen untuk menjaga agar pakaian kita tetap bersih dan tidak berbau,” tulisnya. (Widaningsih)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kabar Gembira bagi Pemilik...
Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan
Gapki Bentuk Satgas...
Gapki Bentuk Satgas Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat
Pajak Ekspor Kembali...
Pajak Ekspor Kembali Normal, Petani Sawit Pede Harga TBS Melesat Rp2.000/kg
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
Menyambangi Perkebunan...
Menyambangi Perkebunan Musim Mas di Riau, Melihat Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Limbah
Desak Penghapusan DMO...
Desak Penghapusan DMO dan DPO, Petani Sawit: Saatnya Mendag Dobrak Regulasi
Berita Terkini
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
18 menit yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
1 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
1 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
1 jam yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved