Bank Dunia Apresiasi Perkembangan Standar Akutansi dan Audit Indonesia

Rabu, 22 Januari 2020 - 14:33 WIB
Bank Dunia Apresiasi...
Bank Dunia Apresiasi Perkembangan Standar Akutansi dan Audit Indonesia
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai koordinator Tim Kerja Nasional penerapan standar internasional akuntansi dan audit Indonesia menyampaikan bahwa Bank Dunia telah menerbitkan hasil penilaiannya terhadap Indonesia pada akhir 2019 lalu.

Bank Dunia dalam penilaian penerapan standar internasional akuntansi dan audit Indonesia tahun 2018 atau yang dikenal dengan Reports on the Observance of Standards and Codes - Accounting and Auditing (ROSC A&A) secara umum mengapresiasi perkembangan penerapan standar internasional akuntansi dan audit yang telah dilakukan sehingga meningkatkan transparansi, tata kelola, dan akuntabilitas pelaporan keuangan di Indonesia.

Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan, ImansyahHubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Anto Prabowo mengatakan, penilaian ROSC A&A Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman yang baik dari berbagai pemangku kepentingan terhadap prospek investasi di Indonesia

"Sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat domestik dan internasional yang selanjutnya akan semakin meningkatkan investasi termasuk arus modal (capital inflow) ke Indonesia dan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta penguatan sistem keuangan di Indonesia," ujar Anton di Jakarta, Rabu (22/1/2020

Selama misi ROSC A&A Indonesia bulan Agustus 2017 hingga Mei 2018, telah dilakukan serangkaian diskusi intensif dengan Tim Kerja Nasional yang beranggotakan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian BUMN, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan Otoritas Jasa Keuangan sebagai koordinator tim. Diskusi juga melibatkan berbagai lembaga terkait seperti kantor akuntan publik, asosiasi industri, dan akademisi.

Bank Dunia menilai sejak penilaian ROSC A&A 2011, Indonesia telah mencapai banyak perkembangan. Para pengguna laporan keuangan menilai kualitas pelaporan keuangan secara umum lebih baik dari periode sebelumnya, khususnya laporan keuangan emiten.

Hasil penilaian lengkap terhadap penerapan standar internasional akuntansi dan audit Indonesia tahun 2018 ini telah diunggah di laman Bank Dunia http://documents.worldbank.org/curated/en/478551576872263951/Indonesia-Report-on-the-observance-of-standards-and-codes-accounting-and-auditing.pdf beberapa hari menjelang penutupan tahun 2019.

ROSC A&A Indonesia 2018 merupakan pelaksanaan penilaian ketiga kali setelah 2005 dan 2011 serta informal update 2014. ROSC merupakan bagian dari inisiatif bersama International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia yang dimulai paskakrisis tahun 1999 dan diperbarui tiap lima tahunan. Dengan tujuan mendukung stabilitas sistem keuangan pada lingkup domestik maupun internasional melalui pengembangan, diseminasi, adopsi dan implementasi standar internasional.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang efektif berlaku pada 1 Januari 2018, secara substantial telah sejalan dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang berlaku pada 1 Januari 2017. Penilaian juga menyebutkan bahwa Organisasi Profesi Akuntansi / Professional Accountancy Organizations (PAOs) telah berkembang untuk dapat lebih melindungi kepentingan publik dan meningkatkan kompetensi serta disiplin para pelaku profesi akuntansi, didukung oleh penerbitan UU Akuntan Publik.

Berbagai kebijakan telah dilakukan seperti restrukturisasi IAI dan membentuk IAPI serta Komite Profesi Akuntan Publik (KPAP). Proses untuk menjadi akuntan dan auditor telah disederhanakan. Program studi level sarjana dan vokasi akuntansi juga telah diperbarui untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi.

Selanjutnya, Bank Dunia mendorong otoritas dan lembaga terkait untuk mengimplementasikan rekomendasi atas beberapa isu yang masih perlu mendapat perhatian dalam rangka pengaturan, pengawasan dan pengembangan standar laporan keuangan dan audit untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di Indonesia.

Bank Dunia juga menyampaikan perlunya peningkatan koordinasi antar-otoritas dan lembaga terkait dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui penerapan standar internasional yang lebih baik.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asosiasi Perbankan Syariah...
Asosiasi Perbankan Syariah Bidik Market Akuntan
Pemerintah Siapkan Lima...
Pemerintah Siapkan Lima Langkah Penguatan Sistem Keuangan
Sri Mulyani Minta Bank...
Sri Mulyani Minta Bank Genjot Kredit demi Pemulihan Ekonomi
KSSK Khawatir, Dunia...
KSSK Khawatir, Dunia Terancam Resesi hingga Stagflasi
Wow! Bank BCA Hapus...
Wow! Bank BCA Hapus Posisi Back Office hingga Akuntan
PwC Kehilangan Klien...
PwC Kehilangan Klien Terbesar di China Buntut Skandal Evergrande
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
58 menit yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Top Skor Sementara...
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved