Data Kajian Teknologi EOR Blok Rokan Seharusnya Jadi Milik Pertamina

Minggu, 02 Februari 2020 - 22:17 WIB
Data Kajian Teknologi...
Data Kajian Teknologi EOR Blok Rokan Seharusnya Jadi Milik Pertamina
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) dapat melanjutkan teknologi kegiatan pengurasan minyak tahap lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) dengan injeksi zat kimia yang saat ini dimiliki Chevron di Blok Rokan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa teknologi yang digunakan sebagai hasil uji coba zat kimia Chevron seharusnya menjadi milik negara karena telah diganti menggunakan cost recovery. “Kalau yang sudah di cost recovery itu berarti teknologinya milik negara,” ujarnya di Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Namun terkait data kajian formula kimia yang selama ini digunakan Chevron untuk melakukan kegiatan EOR di Blok Rokan, pihaknya masih akan melihat apakah itu masuk bagian dari cost recovery atau tidak.

Dwi menandaskan, apabila data kajian formula EOR yang selama ini digunakan Chevron juga termasuk yang dibayar oleh negara maka akan menjadi milik Pertamina sehingga tinggal melakukan alih teknologi.

“Nanti akan saya cek apakah itu punya Chevron atau sudah menjadi bagian dari negara. Kalau data formula penelitian sudah menjadi bagian dari cost recovery maka menjadi milik Pertamina, tapi kalau formula itu tidak termasuk berarti masih milik Chevron. Tapi yang jelas untuk research teknologi itu seharusnya menjadi milik Pertamina, tinggal masuk saja,” jelasnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya meminta data kajian EOR yang selama ini digunakan Chevron di Blok Rokan diberikan kepada Pertamina. Namun ternyata formula zat kimia sebagai kajian untuk menerapkan teknologi EOR tersebut tidak termasuk cost recovery sehingga Pertamina sulit untuk mendapatkan data research EOR dari Chevron. “Kami berfikir ini adalah cost recovery, namun ternyata ada satu komponen atau formula yang tidak masuk cost recovery,” kata dia.

Menurut dia apabila data research EOR tersebut tidak diberikan kepada perseroan maka Pertamina harus kembali melakukan kajian. Sementara untuk melakukan kajian tersebut memerlukan waktu sekitar empat tahun. Padahal data kajian tersebut penting segera diserahkan kepada Pertamina untuk menahan penurunan laju produksi di Blok Rokan.

“Kalau formula ini tidak diberikan ke kita, maka kita perlu waktu empat tahun lagi karena EOR untuk ini spesifik unik untuk setiap lokasi berbeda,” kata dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Ungkap Fakta...
SKK Migas Ungkap Fakta Chevron Bukan Sengaja Mundur dari Blok Rokan
Jelang Alih Kelola,...
Jelang Alih Kelola, SKK Migas-Pertamina-Chevron Sambangi Kepala Daerah WK Rokan
Jelang Serah Terima...
Jelang Serah Terima ke Pertamina, Persoalan di Blok Rokan Harus Tuntas
Blok Rokan Jadi Andalan...
Blok Rokan Jadi Andalan Produksi Migas Tahun Depan
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Lapor ke SKK Migas,...
Lapor ke SKK Migas, Pertamina Bakal Terapkan Teknologi CEOR di Blok Rokan
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
7 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
7 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
8 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
8 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
8 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved