Dampingi Jokowi, Bahlil Bahas Peluang Investasi Australia ke Indonesia

Minggu, 09 Februari 2020 - 15:18 WIB
Dampingi Jokowi, Bahlil...
Dampingi Jokowi, Bahlil Bahas Peluang Investasi Australia ke Indonesia
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Canberra, Australia, tanggal 8-10 Februari 2020.

Kunjungan kenegaraan ini bertujuan mengesahkan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) untuk meningkatkan akses pasar Australia, juga membahas peluang investasi Australia di Indonesia.

Bahlil mengatakan BKPM menyambut antusias atas pengesahan ini sebab pemerintah akan memiliki payung hukum yang jelas untuk implentasi perjanjian.

Bagi Indonesia, IA-CEPA diharapkan bisa menggenjot ekspor barang-barang ke Australia karena selama ini defisit neraca perdagangan hampir mencapai USD3 miliar.

"Hal ini sejalan dengan target investasi pada peningkatan sektor industri berorientasi ekspor. Sekarang peluang pasar diperluas. Ini jadi modal kami untuk 'jualan' kepada investor yang mau masuk ke Indonesia," ujar Bahlil dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Bahlil menambahkan bahwa kemudahan tarif dan non-tarif yang ada dalam IA-CEPA menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memicu penjualan produk-produk ke Australia. "Mari kita lihat apakah efektif untuk membantu para UMKM kita. Kalau belum, kita review apa yang perlu diperbaiki," ujar Bahlil.

Namun bukan hanya itu saja, IA-CEPA juga mengatur kerjasama dibidang pendidikan khususnya pendidikan tinggi dan vokasi. Australia dapat berkolaborasi dengan beberapa startup dan UMKM Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan dan memberikan dampak sosial.

"Australia jangan hanya investasi di sektor pertambangan saja, tetapi perlu juga di sektor pendidikan vokasi supaya upgrade skill pekerja Indonesia. Jadi pekerja Indonesia sudah siap masuk kelapangan kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan menjadi social entrepreneur," tambah Bahlil.

Dalam kurun waktu 2015-2019, Australia baru berinvestasi sebanyak USD1,8 miliar yang berada di peringkat 12 asal negara investor di Indonesia. Sektor yang mendominasi adalah pertambangan (44,7%), industri logam tidak termasuk permesinan dan peralatan industri (11,3%) serta perkebunan dan peternakan (9,4%). Sementara, lokasi investasi Australia terfokus di Kalimantan (23,5%) dan Sumatra (23,1%).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tingkatkan Investasi...
Tingkatkan Investasi Lewat Kesepakatan Dagang Indonesia-Australia
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret
Negaranya Boleh Aja...
Negaranya Boleh Aja Resesi, Tapi Belanda Tetap Gacor Soal Investasi di RI
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pesan Lahan di Batang,...
Pesan Lahan di Batang, Tiga Perusahaan Asing Siap Investasi di RI
Bahlil Kantongin Niat...
Bahlil Kantongin Niat Australia Bangun Rumah Sakit USD1 Miliar di Indonesia
Berita Terkini
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
38 menit yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
49 menit yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
2 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved