Komitmen Investasi Aussie Rp500 Triliun Mangkrak, Ekonom: Realisasi Butuh Waktu

Jum'at, 14 Februari 2020 - 10:44 WIB
Komitmen Investasi Aussie...
Komitmen Investasi Aussie Rp500 Triliun Mangkrak, Ekonom: Realisasi Butuh Waktu
A A A
JAKARTA - Kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang ekonomi menurut ekonom seharusnya sudah direalisasikan sejak lama. Selama ini ketertarikan Australia masih sebatas komitmen investasi. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, masih banyak hambatan sampai komitmen menjadi realisasi.

"Selama ini sudah Rp500 triliun komitmen investasi mangkrak. Angka ini cukup signifikan kalau direalisasikan. Jadi dengan kondisi tekanan ekonomi yang tinggi seperti saat ini, investasi baru dari Australia sepertinya bakal butuh waktu lama direalisasikan," ujar Bhima saat dihubungi.

Sementara itu, pengamat media sosial Darmansyah memandang optimistis kerja sama Indonesia-Australia, terutama untuk menambah pemasukan bagi negara. "Ya bagus kalau begitu. Biar enggak cari utang luar negeri," kata Darmansyah.

Sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengundang pelaku bisnis Australia yang hadir pada acara forum Indonesia-Australia Business Roundtable bersama Presiden Jokowi untuk datang ke Indonesia melakukan bisnis, baik di sektor barang, jasa, maupun investasi.

Mendag Agus memanfaatkan di sela-sela mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Canberra, saat menghadiri forum tersebut yang digelar di Canberra Room, Hotel Hyatt, Canberra, Australia, Senin, (10/2/2020). Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan bahwa Indonesia siap menjadi negara yang ramah investasi.

Presiden menilai IA-CEPA bukan hanya menghapuskan tarif bea masuk di antara kedua negara, tetapi harus membuka peluang investasi Australia di berbagai sektor. Presiden memastikan bahwa pelaksanaan IA-CEPA akan menguntungkan rakyat kedua negara.

Mendag menambahkan bahwa para pelaku bisnis dapat memanfaatkan IA-CEPA yang sudah selesai ditandatangani dan diratifikasi oleh kedua negara. “Indonesia ingin meningkatkan perdagangan, khususnya ekspor, dan mengejar surplus dengan Australia,” kata Mendag.

Melalui IA-CEPA, Indonesia dapat membeli produk-produk baku atau penolong dari Australia untuk dibuat produk jadinya di Indonesia, kemudian diekspor ke dunia. Sebaliknya, Australia membeli produk-produk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industrinya yang berorientasi ekspor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IA-CEPA Bikin Ekspor...
IA-CEPA Bikin Ekspor Jauh Lebih Menguntungkan
IA-Cepa Berlaku, Mendag...
IA-Cepa Berlaku, Mendag Pastikan Bea Masuk Dihapus
Perdagangan RI-Australia...
Perdagangan RI-Australia Lesu, Eksportir Diminta Manfaatkan IA-CEPA
Lewat IA-CEPA Indonesia...
Lewat IA-CEPA Indonesia Bidik Negara Dunia Ketiga
Apa Saja Manfaat dari...
Apa Saja Manfaat dari Perjanjian Dagang IA-CEPA, Ini Rinciannya
Sempat Tertunda 4 Tahun,...
Sempat Tertunda 4 Tahun, RI Mendorong Perundingan IT-CEPA Dilanjutkan
Berita Terkini
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
8 menit yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
34 menit yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
1 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
1 jam yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved