Kepala BKPM Sebut Investasi Kunci Selamatkan Ekonomi

Rabu, 19 Februari 2020 - 14:08 WIB
Kepala BKPM Sebut Investasi...
Kepala BKPM Sebut Investasi Kunci Selamatkan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi bisa menyelamatkan ekonomi nasional mengingat kinerja ekspor masih belum maksimal.

"Ekspor kita itu cuma 16%, kemudian belanja pemerintah yang Rp2.000 triliun lebih itu tidak lebih dari 15% kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya pada rapat Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah Bagi Pemerataan Investasi di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Bahlil melanjutkan, konsumsi masih menjadi kontribusi terbesar terhadap perekonomian sekitar 56-57%. Namun konsumsi terletak pada daya beli masyarakat di mana bergantung pada kepastian pendapatan.

"Kepastian pendapatan itu terletak pada lapangan pekerjaan, dan lapangan pekerjaan itu terletak pada investasi. Mau tidak mau kita harus bangun investasi. Setiap tahun angkatan kerja itu 2-3 juta," ungkapnya.

Bahlil menuturkan, selama 100 hari masa kepemimpinannya, sebanyak Rp180 triliun masalah investasi mangkrak telah berhasil difasilitasi penyelesaian permasalahannya. Sebagian besar permasalahan realisasi investasi terjadi di daerah.

"Oleh karena itu penyelenggaraan Rakornas ini sangat penting agar pusat dan daerah dapat berkomitmen dan bersinergi untuk merealisasikan seluruh potensi investasi. Dengan mengalirnya investasi ke daerah diharapkan memberikan dampak positif bagi penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas nasional dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Sekretaris Utama BKPM Andi Maulana menambahkan, dalam rakornas ini, BKPM ingin mensinergikan implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha yang mewajibkan seluruh Menteri/Kepala Lembaga untuk mendelegasikan layanan perizinan berusaha dan fasilitas investasi ke BKPM.

"Termasuk tentang MoU yang akan ditandatangani. Pentingnya MoU ini sebagai bagian dari 'senjata' BKPM untuk menyelesaikan masalah investasi di daerah. Sehingga memberikan kemudahan, kepastian dan keamanan bagi investor," ujarnya.

Adapun target realiasasi investasi PMDN dan PMA pada tahun 2020 sebesar Rp886,3 triliun yang naik 9,6% dari tahun sebelumnya. Selama periode 2020-2024 ditargetkan pertumbuhan investasi rata-rata 11,7%. Salah satu upaya untuk mencapai target investasi yang begitu tinggi adalah dengan menyelesaikan masalah 21 proyek mangkrak senilai Rp708 triliun.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
38 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
59 menit yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
1 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
2 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
3 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved