Dirut Taspen Bantah Ada Peleburan dengan BPJamsostek

Rabu, 19 Februari 2020 - 22:33 WIB
Dirut Taspen Bantah...
Dirut Taspen Bantah Ada Peleburan dengan BPJamsostek
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Taspen (Persero) ANS Kosasih membantah, adanya wacana peleburan PT Taspen dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau BPJamsostek. Sebelumnya juga diterangkan tidak ada program yang dapat dialihkan karena jaminan yang diberikan bukan jaminan dasar sebagaimana diatur dalam UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

"Kalau wacana penggabungan itu kemarin saksi ahli dari pemerintah kan datang ke MK (Mahkamah Konstitusi). Hasil MK saksi sendiri bilang bahwa enggak ada wacana peluang gabungan, yang bilang itu hanya pengalihan bagian dari program. Tapi nggak tahu program yang mana," ujar Kosasih kepada wartawan usai melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menurutnya sesuai Undang-undang (UU), Taspen memiliki kewenangan untuk mengelola penghargaan atas pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN). Kosasih mengatakan, para ASN juga mengajukan permohonan keberatan atas wacana penggabungan Taspen dengan BPJS TK.

Alasannya, tidak ada keuntungan lebih yang bakal didapatkan pensiunan ASN jika pengelolaan hak pensiun mereka di bawah BPJS TK. "Selama ini mereka sudah mendapatkan manfaat yang berbeda dan lebih tinggi daripada manfaatnya Jamsostek," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kosasih juga melaporkan kinerja positif perusahaannya selama 2019 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp388,24 miliar, melonjak Rp116,69 miliar jika dibandingkan dengan laba tahun 2018 sebesar Rp271,55 miliar atau naik sebesar 42,97% secara year on year.

Lonjakan laba tersebut dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan premi sebesar Rp977 miliar serta kenaikan pendapatan investasi sebesar Rp1,46 triliun, atau masing-masing naik sebesar 12,08% dan 19,08% dibandingkan tahun 2018. Lonjakan laba Perseroan yang mencapai hampir 43% tersebut menunjukkan efisiensi biaya yang sangat baik diterapkan Taspen, yang jauh lebih rendah dibandingkan expense ratio industri asurasi di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Taspen Reformulasi Strategi...
Taspen Reformulasi Strategi Bisnis dan Investasi Pasca New Normal
Menginjak Usia 59 Tahun,...
Menginjak Usia 59 Tahun, Taspen Menjamin Keamanan Dana Investasi yang Dikelola
TASPEN Salurkan Santunan...
TASPEN Salurkan Santunan JKK dan JKM Rp1,08 Miliar untuk Dua Keluarga ASN di Kepri
Mengurus Klaim Makin...
Mengurus Klaim Makin Mudah, Taspen Gandeng Mal Pelayanan Publik
Permudah Layanan, Taspen...
Permudah Layanan, Taspen Buka Mal Pelayanan Publik di Karanganyar
Gerak Cepat TASPEN Berikan...
Gerak Cepat TASPEN Berikan Jaminan Perlindungan bagi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
21 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved