Rupiah Perkasa Bikin BI Pede Turunkan Suku Bunga Acuan Lagi

Kamis, 20 Februari 2020 - 18:40 WIB
Rupiah Perkasa Bikin...
Rupiah Perkasa Bikin BI Pede Turunkan Suku Bunga Acuan Lagi
A A A
JAKARTA - Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang kali ini sebanyak 25 basis points (bps) menjadi 4,75% dinilai karena kurs rupiah melaju pada tren perbaikan. Ekonom Core Piter Abdullah menerangkan, kebijakan suku bunga rendah menjadi sinyal BI cukup percaya diri (pede) dengan kurs rupiah yang perkasa.

"Keputusan BI menurunkan suku bunga mengindikasikan BI cukup pede dengan nilai tukar rupiah. BI yakin tekanan terhadap rupiah tidak akan besar, walaupun suku bunga acuan diturunkan," ujar Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, keputusan BI dalam menurunkan suku bunga juga dikarenakan dampak negatif wabah corona terhadap pertumbuhan. Tetapi mengenai proyeksi pertumbuhan sendiri perlu direvisi atau tidak akan sangat bergantung kepada response kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah dan BI.

"Sektor-sektor yang terdampak wabah corona cukup luas yang jelas adalah sektor pariwisata dan turunannya seperti transportasi, hotel hingga restoran. Lalu juga usaha atau industri oleh-oleh serta kerajinan," paparnya.

Sambung dia menambahkan, wabah virus corona juga berdampak kepada sektor manufaktur karena produksi terhambat setelah pasokan barang bahan baku dari China terganggu. Demikian juga barang komoditas yang permintaan ya di pasar global menurun dan menyebabkan harga jatuh.

Sambung Piter mengutarakan, ekspor nasional juga menurun dengan dampak lebih lanjut adalah income masyarakat akan turun demikian juga dengan konsumsi. Sementara investasi asing berpotensu terhenti akibat corona. Jadi bisa dibayangkan besarnya dampak negatif virus corona terhadap konsumsi dan produksi, investasi hingga aliran modal asing. "Untuk mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, BI saya kira mencoba melonggarkan likuiditas," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Rupiah Ambruk, Pemangkasan...
Rupiah Ambruk, Pemangkasan Suku Bunga Acuan BI Bakal Berisiko
Masih Ada Ruang Penurunan...
Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate, Ekonom: Asal Rupiah Jauh di Bawah Rp17.000
Tok! BI Menaikkan Suku...
Tok! BI Menaikkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,25%, Mampukah Selamatkan Rupiah?
BI Rate Dipotong, Nilai...
BI Rate Dipotong, Nilai Tukar Rupiah Diramal Makin Rentan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
44 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
52 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved