alexametrics

Kemendag Dorong Perluasan Ekspor ke Negara Non Tradisional

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong perluasan ekspor ke negara-negara yang selama ini belum dijajaki. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, upaya ekspansi ekspor terus dilakukan untuk meningkatkan neraca perdagangan agar surplus di tengah interdependensi yang semakin menguat dan adanya dampak dari virus corona.

"Kita harus tetap ekspansi, melakukan terobosan-terobosan, meningkatkan ekspor terutama ke negara yang selama ini belum dijajaki, negara-negara non-tradisional seperti Afrika dan Amerika Latin," ujarnya pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurut Jerry, pihaknya akan melakukan kunjungan ke salah satu negara di Afrika pada bulan depan untuk memfinalisasi perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).



"Salah satu negara Afrika seperti Tunisia. Bagaimana kita menjajaki pasar-pasar yang memang selama ini mungkin belum dijajaki. Itu potensi buat kita," ungkapnya.

Dia melanjutkan, selain Tunisia, pemerintah juga menjajaki pasar negara lain seperti Turki. Rencananya, pada September tahun ini akan direalisasikan. "Kami bersepakat merealisasikan perjanjian dagang ini, kalau tidak bulan September-Oktober, dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Jerry melanjutkan, pihaknya juga menjajaki salah satu negara Amerika Latin seperti Paraguay dan Guatemala. "Chili sudah selesai. Kita coba ke Paraguay, lalu Guatemala, dan beberapa negara lain. Ada negara-negara Asia Selatan, contohnya Pakistan, Srilanka, ini yang sedang kita jajaki," jelasnya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Kemendag telah menyusun beberapa strategi peningkatan kinerja perdagangan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Pertama, akselerasi peningkatan ekspor, meliputi penjagaan neraca perdagangan dengan mendorong ekspor. Kedua, penguatan pasar dalam negeri khususnya perdagangan dalam negeri.

"Kemendag harus mampu menjaga neraca perdagangan dengan mendorong ekspor, salah satunya dengan menjaga pasar ekspor yang sudah ada, seperti ke Amerika Serikat (AS), China, dan Australia, serta harus bisa mengembangkan ekspor ke pasar-pasar potensial lainnya, seperti Afrika Selatan, Nigeria, Chili, dan Myanmar," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top