alexametrics

RI Positif Corona, Okupansi Hotel Turun 40% dalam Tiga Hari

loading...
A+ A-
JAKARTA - Wabah corona yang merebak di awal tahun ini benar-benar memukul industri pariwisata dan perhotelan di Tanah Air. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, penurunan industri hotel dan pariwisata sudah terasa sejak fase pertama virus corona dinyatakan merebak dari China pada Januari. Kemudian disusul fase kedua ketika ada dua WNI yang dinyatakan positif virus corona pada Senin (2/3).

"Fase pertama imbasnya pasar, khususnya wisatawan mancanegara (wisman). Masuk fase kedua, itu ada banyak pembatalan. Okupansi langsung drop semuanya. Karena kan ini masalah pasar domestik," ujarnya pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta, Rabu (5/3/2020).

Dia menuturkan, penurunan okupansi tidak hanya terjadi di destinasi wisata, tetapi juga di DKI Jakarta. Dari sekitar 6.000 hotel di seluruh Indonesia, penurunan okupansi mencapai 30-40% dalam tiga hari terakhir.



"Karena Jakarta itu pusat bisnis, ibu kota negara. Begitu ekspor-impor dengan China terdampak, dan ada bisnis di situ, bussiness tripnya juga drop," jelasnya.

Menurut Maulana, penurunan okupansi di luar Pulau Jawa sudah terjadi sejak tahun lalu. Begitu masuk fase kedua, penurunan okupansi berimbas ke seluruh Indonesia.

"Maka dua hari ini turunnya drastis, termasuk airlines. Kemarin kita bilang turun 30-40%, ini tambah lagi 10%. Ya 50% dari awalnya, jadi rata-rata okupansi kita terlalu rendah sekarang secara nasional," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, setidaknya ada empat daerah wisata yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan dalam jumlah besar akibat wabah virus corona. Keempat daerah tersebut antara lain Batam, Bintan, Manado, dan Bali.

"Paling besar Batam, Bintan, dan Manado karena itu ribuan. Kalau Bali, ada captive dari wisman lain, termasuk domestiknya cukup," tuturnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top