alexametrics

Proyek Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru Target Produksi Juli 2021

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) memproyeksikan proyek lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) mulai berproduksi mulai produksi pada pertengahan 2021 mendatang. Saat ini progres konstruksi telah mencapai 50% dari target.

"Sesuai keinginan pemerintah target onstream Juli 2021. Saat ini progresnya telah melalui angka psikologis 50% dari waktu yang tersisa sampai Juli 2021 mendatang," ujar Direktur Utama PEP Cepu Jamsaton Nababan, saat live video conference, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Pihaknya optimistis proyek JTB dapat selesai sesuai jadwal, sehingga alokasi gas nya dapat segera mengalir untuk mencukupi kebutuhan di wilayah Jawa Timur. Pasalnya gas dari JTB merupakan satu-satunya pasokan yang diandalkan untuk mencukupi kebutuhan pasar di Jatim di tengah prediksi meningkatnya permintaan pada 2021-2022 mendatang.



"Melihat progres dan sisa waktu kami yakin target onstream JTB akan tercapai. Beberapa kali memang Kepala SKK Migas Pak Dwi Soetjipto mengingatkan bahwa di Jatim dalam dua tahun mendatang akan shortage gas. Jadi satu-satunya harapan hanya JTB," kata dia.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto meminta kepada PEP Cepu untuk mempercepat penyelesaian proyek JTB. Mantan Direktur Utama Pertamina ini meminta supaya PEP Cepu bersama Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pelaksana proyek melakukan akselerasi pekerjaan dan terus mengantisipasi hambatan supaya dapat selesai sesuai jadwal.

"Seluruh pihak terkait harus bekerja lebih keras lagi. Pihak PEP Cepu dan Rekind sebagai pelaksana proyek harus terus melakukan perbaikan supaya proyek JTB bisa onstream Juli 2021," kata dia.

Sebagai informasi, proyek JTB memiliki cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik (tcf). Adapun kapasitas produksi JTB mencapai 192 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Terkait pasokan gas akan disalurkan melalui jaringan pipa Gresik-Semarang. Rencananya sumber gas dari JTB akn digunakan untuk memenuhi sektor industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sejumlah sektor industri tersebut di antaranya makanan dan minuman, kermaik, baja, ban dan tekstil.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top