alexametrics

AS Lakukan Stimulus USD2 Triliun, Harga Minyak Kembali Menguat

loading...
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada Rabu (25/3/2020), merupakan kenaikan tiga hari beruntun, seiring paket stimulus besar-besaran dari Washington untuk membendung dampak ekonomi dari pandemi virus corona asal China.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) naik 60 sen atau 2,5% menjadi USD24,61 per barel pada pukul 12:43 GMT. Harga minyak mentah Brent International diperdagangkan bertambah 49 sen atau 1,8% menjadi USD27,64 per barel.

Pemerintahan Donald Trump mendapat persetujuan dari Kongres AS untuk mengeluarkan paket stimulus besar-besaran hingga USD2 triliun, yang menggairahkan pasar saham.



Meski demikian, tulis ANZ Bank, harga minyak masih belum stabil karena permintaan akan energi masih melemah akibat pandemi corona. Termasuk permintaan akan produk bahan bakar pesawat akibat banyak negara melakukan lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona.

"Akan sulit untuk mengangkat permintaan jika lockdown terus dilakukan di banyak negara dan layanan maskapai tetap ditangguhkan," tulis ANZ Bank di Singapura.

Selain menurunnya permintaan, meningkatnya produksi minyak oleh OPEC dan Rusia menambah tekanan terhadap pasar minyak. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia gagal memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi untuk mendukung harga minyak.

Pandemi virus corona dan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia telah membuat harga minyak jatuh sekitar 45% sepanjang bulan Maret ini.

Sementara itu, AS dikabarkan menurunkan produksi minyaknya dalam upaya mendongkrak harga minyak.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top