IHSG Menunggu Mitigasi Sektor Perbankan dari Pemerintah

Kamis, 26 Maret 2020 - 06:22 WIB
IHSG Menunggu Mitigasi Sektor Perbankan dari Pemerintah
IHSG Menunggu Mitigasi Sektor Perbankan dari Pemerintah
A A A
JAKARTA - Kesepakatan Gedung Putih dan Senat Amerika Serikat memberi paket stimulus USD2 triliun untuk mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi corona, berdampak positif terhadap pasar saham di Asia Pasifik yang ditutup melonjak.

Namun paket stimulus AS sebesar USD2 triliun belum tentu berdampak positif pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengingatkan terdapat risiko di pasar modal Indonesia akibat belum ada mitigasi risiko perbankan yang dijamin oleh pemerintah. Sedangkan perbankan menghadapi risiko karena dibolehkannya restrukturisasi utang debitur oleh OJK.

"Belum tentu stimulus AS berdampak juga ke IHSG. Sebab kita punya masalah yaitu mitigasi risiko perbankan yang belum jelas bagaimana caranya," ujar Ferry di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Kekhawatirannya terbukti karena Fitch Ratings merevisi peringkat bank-bank di Indonesia menjadi BB+ dari BBB-. Ini berarti ada risiko jangka pendek yang signifikan terhadap pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas sektor ini.

Fitch juga menurunkan rating PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi BBB- dari sebelumnya BBB. Sementara peringkat nasional jangka panjang BCA dan anak usaha emiten ini yakni PT BCA Finance diturunkan menjadi AA+ (idn), dari AAA (idn).

Saham perbankan pada Selasa (24/3) mengalami net sell signifikan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami net sell sebesar Rp190,6 miliar hingga jatuh 5,73% ke level Rp2.470 per saham.

Kemudian saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengalami tekanan jual senilai Rp110,8 miliar dan terkoreksi 6,78% ke level Rp3.160 per saham. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga harus terkoreksi 6,99% ke level Rp3.860 per saham.

Ferry mengingatkan ini sebagai sinyal agar otoritas dan pemerintah segera mengumumkan langkah mitigasi untuk perbankan. Berikutnya juga harus dibentuk tim khusus adhoc untuk menghadapi dampak pandemi corona.

Dampak buruknya sektor perbankan akan menjadi korban dan berikutnya pemerintah harus menyiapkan bailout yang tidak sedikit untuk menyelamatkan perekonomian.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1003 seconds (10.101#12.26)