Jokowi Teken Perppu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan

Selasa, 31 Maret 2020 - 19:29 WIB
Jokowi Teken Perppu...
Jokowi Teken Perppu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu Ini diterbitkan sebagai langkah untuk penanganan virus corona atau covid-19.

"Pandemi Covid-19 bukan hanya membawa masalah kesehatan masyarakat, tapi juga membawa implikasi ekonomi yang sangat luas. Karena yang kita hadapi saat ini adalah situasi yang memaksa, maka saya baru saja menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan," kata Jokowi dalam konferensi persnya, Selasa (31/3/2020).

Dia mengatakan bahwa perppu ini akan menjadi landasan pemerintah, perbankan maupun otoritas keamanan dalam mengambil langkah. Terutama di situasi pandemi covid-19 saat ini.

"Perppu ini memberikan fondasi kepada pemerintah bagi otoritas perbankan dan bagi otoritas keuangan untuk melakukan langkah-langkah luar biasa dalam menjamin kesehatan masyarakat, menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan," ungkapnya.

Perppu ini yang menjadi payung hukum penambahan belanja penanganan covid-19 di dalam APBN 2020. Termasuk di dalamnya pemberian bantuan sosial hinggan insentif pajak yang diberlakukan pemerintah.

Selain itu perppu ini juga diterbitkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya defisit APBN yang diperkirakan mencapai 5,07%. Sehingga dibutuhkan relaksasi kebijakan defisit APBN di atas 3%.

"Namun relaksasi defisit ini hanya untuk 3 tahun yaitu 2020, 2021 dan 2022. Setelah itu kita akan kembali ke disiplin fiskal minimal 3% mulai 2023," tuturnya.

Jokowi berharap ada dukungan dari DPR terkait perppu yang baru saja diteken, sehingga dapat segera diundangkan.

"Saya mengharapkan dukungan dari DPR RI. Perppu yang baru saja saya tanda tangani ini akan segera diundangkan dan dilaksanakan dan dalam waktu secepat-cepatnya. Kami akan menyampaikan ke DPR RI untuk mendapat persetujuan menjadi undang-undang demikian terima kasih," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Rampungkan...
Kemenkeu Rampungkan Revisi APBN 2020 dalam Dua Minggu
APBN Surplus Rp129 Triliun,...
APBN Surplus Rp129 Triliun, Sri Mulyani: Bukti Keuangan Negara Sehat
Sri Mulyani Sebut APBN...
Sri Mulyani Sebut APBN Siap Hadapi Berbagai Kondisi Negara
Indonesia Disebut Negara...
Indonesia Disebut Negara Bokek, Anak Buah Sri Mulyani Enggak Terima
Ekonomi Terkikis Corona,...
Ekonomi Terkikis Corona, Defisit APBN Kian Lebar ke Level 6,34%
APBN Tekor Rp611 Triliun...
APBN Tekor Rp611 Triliun per November 2021, Sri Mulyani: Keuangan Negara Mulai Sehat Kembali
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
49 menit yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
1 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
1 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
1 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
1 jam yang lalu
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved