alexametrics

HIPMI Minta Pemerintah Manfaatkan Ratusan Hotel untuk Isolasi Covid-19

loading...
HIPMI Minta Pemerintah Manfaatkan Ratusan Hotel untuk Isolasi Covid-19
HIPMI Minta Pemerintah Manfaatkan Ratusan Hotel untuk Isolasi Covid-19
A+ A-
JAKARTA - Imbas virus Covid-19 telah menerjang berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata di Indonesia. Penurunan okupansi yang sangat drastis dan berlangsung sangat cepat menyebabkan ratusan hotel di seluruh Indonesia menutup sementara operasionalnya.

Saat ini, tingkat okupansi hotel di Indonesia sudah di bawah 9%. Karena makin berkurangnya jumlah pengunjung, akhirnya ratusan hotel terpaksa menutup operasionalnya untuk sementara.



Lantaran kondisi itu, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira mengatakan, jaringan hotel yang tutup bisa dimanfaatkan untuk tempat orang-orang yang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Pihaknya pun mengajak pemerintah untuk memfungsikan ratusan hotel yang tutup sebagai isolasi mandiri Covid-19, mengingat banyak rumah sakit rujukan Covid-19 sudah tidak bisa menampung lagi.

"Daripada tutup tidak ada customer, pemerintah bisa memanfaatkan hotel dan suplai chain makanannya bisa juga didapat dari para pedagang makanan yang omsetnya menurun drastis. Jadi ekosistem bisnisnya hidup, dana penanganan Covid-19 bisa digelontorkan dengan mekanisme ini, jadi bisnis tetap berjalan," ujar Anggawira lewat keterangan tertulis kepada SINDOnews, Jumat (3/4/2020).

Anggawira melanjutkan, pemerintah pusat menggelontorkan subsidi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menangkal dampak Covid-19 berupa hibah senilai Rp3,3 triliun, diberikan agar pemda bisa menyewa hotel-hotel tersebut. Menurutnya, subsidi yang digelontorkan pemerintah tersebut intervensinya itu bisa masuk ke ratusan hotel yang tutup.



"Jadi, kita berikan solusi agar pemerintah ini bisa memanfaatkan jaringan hotel untuk melakukan karantina terhadap orang-orang yang suspect Covid-19 karena kapasitas rumah sakit kan terbatas," ucapnya.

Banyak hotel yang berpikir lebih baik ditutup sementara. Hal itu berdasarkan pertimbangan dari pengusaha hotel guna mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Di sisi lain, pihak hotel juga punya subsidi operasional. Lantaran itu, pemanfaatan hotel sebagai tempat karantina, observasi, dan isolasi ODP maupun PDP Covid-19, dirasakan tidak membebani para pengusaha dari dampak Covid-19, khususnya di bidang perhotelan.

"Dengan menggunakan hotel yang tutup, karantina ini kan bisa lebih terpantau daripada di rumah yang mungkin fasilitasnya juga kurang," pungkasnya.
(ven)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top