Jaga harga, Apgasi ancam importir garam

Selasa, 03 Juli 2012 - 20:22 WIB
Jaga harga, Apgasi ancam...
Jaga harga, Apgasi ancam importir garam
A A A
Sindonews.com - Assosiasi petani garam seluruh Indonesia (Apgasi) Jawa barat mengancam importir garam untuk tidak menjual secara bebas garam impor pada saat menjelang panen raya tahun ini.

Sekretaris Apgasi Jawa Barat, Ali Muhtadi mengatakan, seharusnya menjelang masa panen garam saat ini, importir garam harus menyerap garam lokal. Tujuannya agar harga garam tetap stabil di pasaran. "Importir tidak boleh mengimpor garam dalam kurun waktu dua bulan sebelum panen dan pasca panen raya garam," katanya, Selasa (3/7/2012).

Ali menambahkan, panen raya garam di Jawa Barat pada bulan Agustus mendatang. "Kami akan melayangkan surat resmi kepada pemerintah pusat melalui kementerian kelautan dan perikanan jika garam impor terus masuk ke pasaran saat musim panen tiba," katanya.

Sebelumnya, petani garam lokal memprediksi harga garam lokal akan anjlok. Hal itu dikarenakan masuknya garam impor dari Australia pada bulan Juni lalu melalui pelabuhan Cirebon.

Saat ini harga garam berkisar Rp700-Rp750 per kilogram. Harga garam saat ini lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp500 per kilogram. Masuknya garam impor diprediksi akan membuat harga turun dibawah harga HPP.

Sementara itu Kabid sarana dan prasarana teknis Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Indramayu, Edi Umaedi mengatakan, produksi garam di kabupaten Indramayu pada tahun ini sebesar 93 ton per hektare. Jumlah ini dinilai cukup baik secara rata-rata nasional. "Target produksi cukup baik. Sejumlah sentra produksi garam juga tidak mengalami kendala saat melakukan panen," katanya.

Di kabupaten Indramayu terdapat sejumlah sentra produksi garam, seperti Kecamatan Losarang, Kandanghaur dan krangkeng. Lahan penggaraman rakyat di Kabupaten Indramayu terdapat di 3 Kecamatan yaitu Losarang seluas 923 hektar, Kandanghaur 190 hektar, dan Krangkeng 488 hektar.

Masa panen garam dalam 1 musim berlangsung selama 90 hari mulai Agustus hingga Oktober. Tiap 1 hektar lahan penggaraman dikelola 3 petani garam.

Edi menambahkan, produksi garam yang cukup maksimal banyak terbantu oleh program pengembangan usaha garam rakyat (PUGAR).
Pada tahun 2011 lalu, pemerintah pusat juga melaksanakan program PUGAR dengan dukungan anggaran sebesar Rp90 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp76 miliar di antaranya merupakan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang diperuntukan kepada 2.057 kelompok usaha garam.

Kabupaten Indramayu sendiri mendapatkan bantuan dana tersebut sebesar Rp5 miliar yang diberikan kepada kelompok petani garam di tiga sentra produksi garam lokal. "Program PUGAR cukup membantu petani garam lokal dalam mengembangkan usahanya," katanya.

Edi mengaku, Dinas perikanan dan kelautan kabupaten Indramayu tidak dapat membendung masuknya garam impor di pasaran. Impor garam dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan empat menteri, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Perekonomian.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
8 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved