UKM Sumsel dilatih pengusaha Norwegia
Kamis, 05 Juli 2012 - 11:37 WIB
UKM Sumsel dilatih pengusaha Norwegia
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 57 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Sumsel mendapatkan pelatihan dari asosiasi pengusaha Norwegia atau The Confederation of Norwegian Enterprise Næringslivets Hovedorganisasjon (NHO). Kegiatan ini atas kerja sama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Bendahara Apindo Sumsel Herlan Aspiudin didampingi Wakil Sekretaris Hermansyah mengapresiasi kepedulian dunia luar terhadap kemajuan UKM di Indonesia, khususnya Sumsel.
“Pelatihan ini diharap dapat membekali pelaku usaha baik bagaimana peningkatan skill maupun strategi pemasaran produk UKM,” ujarnya disela pelatihan manajemen, inovasi produk, dan desain kemasan untuk industri kecil menengah (IKM) Sumsel yang diselenggarakan DPN Apindo dan DPP Apindo Sumsel bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Norwegia, serta NHO di Hotel Royal Asia, Rabu 4 Juli 2012.
Para peserta dibekali materi bagaimana mengolah kemasan yang layak bagi para Industri Kecil dan Menengah. Menurutnya, dengan adanya kerja sama dan pelatihan ini, produk UKM Sumsel bisa masuk ke pasar Norwegia. Tentunya setelah sesuai kualitas produk yang diterapkan negara tersebut.
“Negara Norwegia saja peduli terhadap UKM kita, semoga pelatihan ini memberikan bekal kepada para UKM untuk menerapkannya di unit usaha ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Mr Bjorn Delbeck selaku Direktur Program NHO dari Norewegia mengaku suatu kebanggaan dapat memberikan pelatihan secara langsung kepada para pelaku usaha (UKM) di Palembang. “Suatu kebangaan bagi saya dapat hadir langsung di sini dan merupakan kunjungan kali pertama di Palembang bertemu para pelaku UKM,” katanya.
Workshop ini, kata Bjorn, sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan, juga menambah bekal bagi Apindo untuk memberikan rekomendasi ke pemerintah. “Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat dan diterapkan pelaku UKM,” katanya.
Sementara itu, perwakilan DPN Apindo Nina Tursina menuturkan, pihaknya sudah lama ingin berbagi pengetahuan dengan UKM Sumsel dan baru sekarang tercapai. Program ini terselenggara atas kerja sama Apindo dengan asosiasi pengusaha Norwegia dan akan berjalan hingga 2015.
“Mudah-mudahan program terus bisa dikembangkan anggota Apindo. Kami tahu produk di Sumsel (garmen, aksesori, serta makanan) sudah bagus, hanya tinggal desain, kemasan, dan lainnya perlu dikembangkan. Pelatihan ini terdiri dari 25 persen teori dan 75 persen praktik langsung dan berlangsung selama dua hari. Semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan lebih, kemudian bisa diterapkan dalam usaha,” paparnya.
Ketua Pemberdayaan Masyarakat UKM Apindo Sumsel Gordon Butarbutar menambahkan, pelatihan seperti ini akan dilakukan secara intensif ke depannya.
“Nantinya ada pelatihan-pelatihan serupa yang akan melibatkan peserta dari kabupaten/kota dan menghadirkan pemateri yang berkompeten,” ungkapnya.
Bendahara Apindo Sumsel Herlan Aspiudin didampingi Wakil Sekretaris Hermansyah mengapresiasi kepedulian dunia luar terhadap kemajuan UKM di Indonesia, khususnya Sumsel.
“Pelatihan ini diharap dapat membekali pelaku usaha baik bagaimana peningkatan skill maupun strategi pemasaran produk UKM,” ujarnya disela pelatihan manajemen, inovasi produk, dan desain kemasan untuk industri kecil menengah (IKM) Sumsel yang diselenggarakan DPN Apindo dan DPP Apindo Sumsel bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Norwegia, serta NHO di Hotel Royal Asia, Rabu 4 Juli 2012.
Para peserta dibekali materi bagaimana mengolah kemasan yang layak bagi para Industri Kecil dan Menengah. Menurutnya, dengan adanya kerja sama dan pelatihan ini, produk UKM Sumsel bisa masuk ke pasar Norwegia. Tentunya setelah sesuai kualitas produk yang diterapkan negara tersebut.
“Negara Norwegia saja peduli terhadap UKM kita, semoga pelatihan ini memberikan bekal kepada para UKM untuk menerapkannya di unit usaha ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Mr Bjorn Delbeck selaku Direktur Program NHO dari Norewegia mengaku suatu kebanggaan dapat memberikan pelatihan secara langsung kepada para pelaku usaha (UKM) di Palembang. “Suatu kebangaan bagi saya dapat hadir langsung di sini dan merupakan kunjungan kali pertama di Palembang bertemu para pelaku UKM,” katanya.
Workshop ini, kata Bjorn, sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan, juga menambah bekal bagi Apindo untuk memberikan rekomendasi ke pemerintah. “Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat dan diterapkan pelaku UKM,” katanya.
Sementara itu, perwakilan DPN Apindo Nina Tursina menuturkan, pihaknya sudah lama ingin berbagi pengetahuan dengan UKM Sumsel dan baru sekarang tercapai. Program ini terselenggara atas kerja sama Apindo dengan asosiasi pengusaha Norwegia dan akan berjalan hingga 2015.
“Mudah-mudahan program terus bisa dikembangkan anggota Apindo. Kami tahu produk di Sumsel (garmen, aksesori, serta makanan) sudah bagus, hanya tinggal desain, kemasan, dan lainnya perlu dikembangkan. Pelatihan ini terdiri dari 25 persen teori dan 75 persen praktik langsung dan berlangsung selama dua hari. Semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan lebih, kemudian bisa diterapkan dalam usaha,” paparnya.
Ketua Pemberdayaan Masyarakat UKM Apindo Sumsel Gordon Butarbutar menambahkan, pelatihan seperti ini akan dilakukan secara intensif ke depannya.
“Nantinya ada pelatihan-pelatihan serupa yang akan melibatkan peserta dari kabupaten/kota dan menghadirkan pemateri yang berkompeten,” ungkapnya.
(gpr)
Lihat Juga :