Garuda serap dana IPO 85%
Kamis, 12 Juli 2012 - 11:38 WIB
Garuda serap dana IPO 85%
A
A
A
Sindonews.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga semester I tahun ini telah menyerap sebesar Rp2,805 triliun dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Jumlah ini sekitar 85 persen dari dana hasil IPO perseroan senilai Rp3,3 triliun.
Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Handrito Hardjono mengatakan, dana yang berhasil dihimpun perusahaan penerbangan pelat merah tersebut saat menggelar IPO pada Februari tahun lalu sebesar Rp3,3 triliun.Sementara,dana bersih hasil IPO Garuda setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp112,945 miliar menjadi Rp3,187 triliun.
Menurutnya, dana bersih hasil IPO dialokasikan oleh perusahaan untuk pengembangan armada dan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan.
Handrito mengatakan, dana hasil IPO paling banyak terserap untuk pre delivery payment(PDP). Berdasarkan prospektus perusahaan, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk pengembangan armada sekitar 80 persen atau sebesar Rp2,55 triliun, terdiri atas PDP senilai Rp2,08 triliun serta security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada senilai Rp470,06 miliar.
Rincian realisasi dana IPO untuk pengembangan armada terdiri atas PDP sebesar Rp1,32 triliun dan untuk security deposit serta biaya lain terkait pengembangan armada sekitar Rp468,3 miliar.
Di samping itu, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp637,4 miliar. Rinciannya, belanja modal untuk perusahaan sebesar Rp461,18 miliar dan anak perusahaan senilai Rp176,2 miliar. Dengan realisasi hingga paruh pertama tahun ini sebesar Rp2,8 triliun, maka sisa dana hasil IPO saat ini Rp381,9 miliar.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebelumnya menyatakan, pihaknya akan mempercepat penggunaan dana hasil IPO untuk penambahan jumlah unit armada menjadi tahun ini, maju dari rencana awal yaitu pada 2014.
Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Handrito Hardjono mengatakan, dana yang berhasil dihimpun perusahaan penerbangan pelat merah tersebut saat menggelar IPO pada Februari tahun lalu sebesar Rp3,3 triliun.Sementara,dana bersih hasil IPO Garuda setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp112,945 miliar menjadi Rp3,187 triliun.
Menurutnya, dana bersih hasil IPO dialokasikan oleh perusahaan untuk pengembangan armada dan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan.
Handrito mengatakan, dana hasil IPO paling banyak terserap untuk pre delivery payment(PDP). Berdasarkan prospektus perusahaan, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk pengembangan armada sekitar 80 persen atau sebesar Rp2,55 triliun, terdiri atas PDP senilai Rp2,08 triliun serta security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada senilai Rp470,06 miliar.
Rincian realisasi dana IPO untuk pengembangan armada terdiri atas PDP sebesar Rp1,32 triliun dan untuk security deposit serta biaya lain terkait pengembangan armada sekitar Rp468,3 miliar.
Di samping itu, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp637,4 miliar. Rinciannya, belanja modal untuk perusahaan sebesar Rp461,18 miliar dan anak perusahaan senilai Rp176,2 miliar. Dengan realisasi hingga paruh pertama tahun ini sebesar Rp2,8 triliun, maka sisa dana hasil IPO saat ini Rp381,9 miliar.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebelumnya menyatakan, pihaknya akan mempercepat penggunaan dana hasil IPO untuk penambahan jumlah unit armada menjadi tahun ini, maju dari rencana awal yaitu pada 2014.
(gpr)
Lihat Juga :