IRR panas bumi capai 16%

Selasa, 24 Juli 2012 - 19:16 WIB
IRR panas bumi capai...
IRR panas bumi capai 16%
A A A
Sindonews.com - Kepala Divisi Energi Baru Terbarukan PLN, Mochamad Sofyan mengatakan, saat ini angka tingkat pengembalian investasi (investment rate of return/IRR) panas bumi dinilai sudah tinggi, yakni mencapai 16 persen.

"Dengan perubahan harga jual, maka tingkat IRR bisa menjadi di atas 20 persen," terang Sofyan saat dijumpai wartawan di kantornya, Selasa (24/7/2012).

Pemerintah, kata Sofyan, menaikkan harga jual listrik yang dihasilkan pembangkit tenaga panas bumi dari sebelumnya ditetapkan maksimal USD9,7 sen menjadi bervariasi USD10-17 sen. Harga baru panas bumi itu dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM.

"Aturan tersebut merevisi Permen ESDM No 2 Tahun 2011 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) Melakukan Pembelian Tenaga Listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik oleh PLN dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi," paparnya.

Sesuai Permen lama, pemerintah mewajibkan PLN membeli listrik dari panas bumi dengan harga maksimal USD9,7 sen per kWh. Untuk itu, harga baru panas bumi sebenarnya akan menambah subsidi listrik. Sebab, proyek panas bumi baru akan selesai rata-rata tujuh tahun ke depan. "Sedangkan, saat itu konsumsi BBM sudah kecil sekali yakni di bawah dua persen," tukasnya.

Dengan demikian, harga jual panas bumi yang ditetapkan antara USD10-17 sen per kWh tidak lagi relevan dibandingkan dengan BBM. Malah, harga baru itu jauh dibandingkan dengan harga jual listrik saat ini yang hanya USD8 sen per kWh.

"Artinya, harga baru panas bumi tersebut malah meningkatkan subsidi, kalau tanpa ada perubahan harga jual. Namun kami akan tetap melaksanakan kebijakan harga jual yang ditetapkan pemerintah," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
58 menit yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
2 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
2 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
2 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
3 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
3 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Selasa 16 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved