Panen garam, petani takut dipermainkan tengkulak

Senin, 30 Juli 2012 - 07:38 WIB
Panen garam, petani...
Panen garam, petani takut dipermainkan tengkulak
A A A
Sindonews.com - Petani garam di Kabupaten Sampang bisa tersenyum lebar. Sebab, harga beli garam dalam panen tahun ini tergolong mahal, dibanding masa panen sebelumnya.

Cuma, kalangan petani masih diselimuti rasa khawatir dengan adanya permainan harga dari kalangan spekulan. Di mana, biasanya bila semua petani sudah panen, stok garam melimpah, harga beli bisa anjlok sampai separuh lebih.

Untuk masa panen kali ini, harga beli garam dari petani langsung mencapai Rp600 ribu per ton. Harga tersebut dipastikan bertahan hingga beberapa bulan ke depan, karena petani yang panen masih sedikit.

"Sejauh ini stok garam masih sedikit, sehingga harga masih tinggi. Tapi biasanya kalau sudah panen semua, malah harga anjlok," ujar Munir Iyus, petani garam asal Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, kemarin.

Munir menjelaskan, setiap musim kemarau tiba harga garam hanya mahal di awal musim. Saat petani mulai banyak yang panen, harga garam langsung anjlok, bahkan tidak seimbang dengan kerja keras petani, yang harus berjemur di terik matahari, agar tambak garam mereka bisa segera menghasilkan garam berkualitas tinggi.

Petani merasa sering ada permainan harga, yang dilakukan oleh pedagang besar. Menurutnya, itu terjadi setelah panen semua, dibeli dengan harga yang jauh lebih murah, tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan saat musim tanam garam.

"Sering kali harga yang didapat, setelah semua panen, cukup murah dan hanya sebatas balik modal saja," ungkap Munir.

Perlu diketahui, garam madura terkenal dengan kandungan kadar yodium cukup tinggi. Cara membuatnya sangat mudah, hanya membuat tanah di tambak keras lalu di keringkan. Selanjutnya, memasukkan air laut ke lahan yang sudah dikeringkan dan dibiarkan sampai kering dengan bantuan sinar matahari. Cara tradisional tersebut, dalam satu hektare tambak garam bisa menghasilkan dua ratus ton garam setiap musim panen.

Sementara itu, aktivis Pro Petani Garam Rakyat Madura, Muh. Sofyan, menyatakan, perlindungan terhadap petani garam cukup lemah. Mereka kerap menjadi korban permainan harga dari pengusaha besar, tengkulak, terutama saat memasuki masa panen. Tak jarang, petani garam hanya bisa panen saja, tanpa menikmati keuntungan kerena harga beli murah. Hal itu masih belum termasuk persoalan garam import, yang kerap menjadi persoalan dikalangan petani.

"Itu seharusnya yang dilindungi pemerintah, paling tidak harga beli garam tetap bertahan seperti saat awal panen," ucapnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
30 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
49 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Takut Dibunuh Rusia,...
Takut Dibunuh Rusia, 100.000 Tentara Ukraina Pilih Desersi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved