DGIK perkirakan kontrak baru Rp1 T
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 09:00 WIB
DGIK perkirakan kontrak baru Rp1 T
A
A
A
Sindonews.com – PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) memperkirakan telah meraih kontrak baru senilai Rp1 triliun hingga semester I/2012,dari target sebesar Rp1,5 triliun pada tahun ini.
”Kami belum ada revisi target kontrak baru.Salah satu proyek yang saat ini tengah digarap yaitu proyek apartemen dan perumahan Botanica,” ujar Corporate Secretary PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) Djohan Halim seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta kemarin.
Tahun ini perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun atau tumbuh 63,93 persen dibandingkan perolehan kontrak sepanjang tahun lalu yang tercatat Rp914,97 miliar. Dan, kontrak carry over tahun lalu mencapai Rp1,3 triliun.
Dengan demikian, pada tahun ini perseroan menargetkan nilai buku kontrak atau order book sebesar Rp2,8 triliun. Dia mengungkapkan, pencapaian kontrak baru perseroan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.Menurut dia, mayoritas kontrak baru didapatkan dari proyekproyek pembangunan gedung.
“Memang, rencananya kami akan lebih fokus pada proyekproyek swasta pada tahun ini dibandingkan dengan proyek pemerintah,”paparnya. Menurut Djohan,perseroan telah meraih kontrak baru senilai Rp100 miliar pada bulan Juni lalu dengan skema jasa teknik, pengadaan, dan konstruksi (EPC).Serta telah memperoleh satu proyek pembangkit listrik di Sumatera Selatan dengan kapasitas sekitar 5–10 megawatt pada tahun ini.
”Ini merupakan proyek EPC pertama yang kami digarap setelah memutuskan untuk melakukan diversifikasi bisnis sejak tahun lalu,”katanya. Dia mengungkapkan, perseroan berencana melakukan diversifikasi bisnis ke sektor pembangkit listrik dan pertambangan sejak tahun lalu. “Saat ini kami tengah dalam proses penyelesaian power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),”jelasnya. Djohan menjelaskan, selain pembangkit listrik, perseroan berencana untuk memasuki bisnis pertambangan batu bara.
Namun, hingga saat ini DGIK belum memperoleh proyek yang tepat untuk memulai bisnis tersebut. Terkait hasil RUPSLB, perseroan akan mengganti nama perusahaan menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering. Meski berganti nama,perseroan tetap melakukan bisnis konstruksi.
”Kami belum ada revisi target kontrak baru.Salah satu proyek yang saat ini tengah digarap yaitu proyek apartemen dan perumahan Botanica,” ujar Corporate Secretary PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) Djohan Halim seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta kemarin.
Tahun ini perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun atau tumbuh 63,93 persen dibandingkan perolehan kontrak sepanjang tahun lalu yang tercatat Rp914,97 miliar. Dan, kontrak carry over tahun lalu mencapai Rp1,3 triliun.
Dengan demikian, pada tahun ini perseroan menargetkan nilai buku kontrak atau order book sebesar Rp2,8 triliun. Dia mengungkapkan, pencapaian kontrak baru perseroan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.Menurut dia, mayoritas kontrak baru didapatkan dari proyekproyek pembangunan gedung.
“Memang, rencananya kami akan lebih fokus pada proyekproyek swasta pada tahun ini dibandingkan dengan proyek pemerintah,”paparnya. Menurut Djohan,perseroan telah meraih kontrak baru senilai Rp100 miliar pada bulan Juni lalu dengan skema jasa teknik, pengadaan, dan konstruksi (EPC).Serta telah memperoleh satu proyek pembangkit listrik di Sumatera Selatan dengan kapasitas sekitar 5–10 megawatt pada tahun ini.
”Ini merupakan proyek EPC pertama yang kami digarap setelah memutuskan untuk melakukan diversifikasi bisnis sejak tahun lalu,”katanya. Dia mengungkapkan, perseroan berencana melakukan diversifikasi bisnis ke sektor pembangkit listrik dan pertambangan sejak tahun lalu. “Saat ini kami tengah dalam proses penyelesaian power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),”jelasnya. Djohan menjelaskan, selain pembangkit listrik, perseroan berencana untuk memasuki bisnis pertambangan batu bara.
Namun, hingga saat ini DGIK belum memperoleh proyek yang tepat untuk memulai bisnis tersebut. Terkait hasil RUPSLB, perseroan akan mengganti nama perusahaan menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering. Meski berganti nama,perseroan tetap melakukan bisnis konstruksi.
(and)
Lihat Juga :