Cafe 74 Bandung, andalkan jaringan alumni kampus

Minggu, 19 Agustus 2012 - 10:00 WIB
Cafe 74 Bandung, andalkan...
Cafe 74 Bandung, andalkan jaringan alumni kampus
A A A
Sindonews.com - Bercita-cita sebagai enterpreneur muda serta didukung jaringan yang luas, membawa Idhan pada pertemuannya dengan seorang investor yang mempercayakan dirinya untuk mengelola sebuah cafe yang diberi nama Cafe 74 Bandung.

Cerita dimulai saat pria yang bernama lengkap Idhan Alfisyahrin Ismail tersebut bertemu dengan ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad) angkatan 1974, Sapta Nirwandar yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Berawal dari pertemuan tersebut Idhan yang kala itu baru saja menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Ekonomi UHAMKA, kemudian ditantang untuk mengelola sebuah tempat usaha kuliner yang idenya adalah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan santai bagi khalayak umum dan khusunya juga bagi ikatan alumni Fakultas Ekonomi Unpad tahun 74 yang rutin ketemu setiap tahun.

"Karena waktu itu memang saya masih bener-bener fresh graduate belum kerja tetap tapi langsung dapat tantangan untuk buka usaha kuliner, dan kebetulan saya juga hobi masak, sehingga apa salahnya. Kebetulan saya juga pengen ber-enterpreneur ke depannya dan ini kesempatan yang sangat jarang dimanfaatkan oleh orang," cerita Idhan saat dijumpai Sindonews di tempat usahanya yang terletak di lantai 3 CityWalk, Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diakui Idhan, modal utama bisnis yang digelutinya selama dua tahun ini memang bertumpu pada keuletannya membangun dan memelihara hubungan baik semasa kuliah.

"Karena ini namanya aktivis pergerakan mahasiswa di kampus itu gak harus hanya kuliah pulang-kuliah pulang. Di sini kenapa saya bisa sampai cafe ini, pertama tentunya dari jaringan selama kuliah sehingga saya banyak dikenal orang, banyak mengenal orang," kenangnya.

"Sehingga ketika ada suatu ide untuk buat sebuah cafe kebetulan dipercaya oleh salah satu investornya yang di cafe ini, ditantanglah saya untuk berani gak saya untuk pegang cafe, dan saya siap," tambah Idhan.

Cafe yang telah berdiri selama 2 tahun ini telah banyak bekerja sama dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta dalam menyelenggarakan berbagai acara-acara dari yang sifatnya privat hingga acara bertaraf nasional.

"Cafe 74 ini sudah hampir 2 tahun terbentuk, kita pertama kali launching itu Januari 2010. Alhamdulillah, cafe ini lebih banyak dipakai buat acara-acara seperti reuni, talkshow, dan acara-acara korporasi. Contohnya kemarin, kita juga sempat bikin talkshow yang disponsori oleh Kementerian Pariwisata dan tahun ini juga kita insya'Allah ada kerja sama juga dengan bank BCA untuk talkshow," aku Idhan bangga.

Tak ayal hal tersebut membuktikan bagaimana jaringan bisa menjadi modal yang sangat penting dalam usaha yang digelutinya tersebut.

"Kita punya jaringan alumni terdiri dari 143 alumni (FE Unpad 74) yang tersebar sehingga dari mulut ke mulut mereka. Lalu kita sekarang lewat jaringan kawan-kawan di Unpad, Alumni-alumni Unpad. Lalu kita bangun corporate social responsibility-nya dengan perusahaan-perusahaan di sekitar sini. Kita pernah sama PT Bayer, terus sama PT ANZ, kita pernah dengan Kementerian Pariwisata, kita pernah dengan Kementerian Perdagangan dan yang nanti sebentar lagi dengan Bank BCA," ujarnya menyambung obrolan.

Lebih lanjut Idhan bercerita, keuntungan dari usaha yang telah dijalaninya selama dua tahun tersebut lebih banyak dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan almamater.

"Salah satu investor di cafe 74 ini adalah ketua Ikatan Alumni 74 terpilih, Pak Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata, kita ngadain kegiatan seperti bakti sosial, santunan anak yatim, lalu sponsorship buat acara-acara Unpad itu sendiri," terangnya.

Kedepannya, Idhan bercita-cita terus mengembangkan usahanya tersebut sehingga lebih matang dari segi kuliner maupun bisnisnya sendiri, sembari mempersiapkan untuk membuka cabang baru.

"Untuk buka cabang, pada dasarnya saya masih butuh pematangan untuk bagaimana mengelola cafe. Insya'Allah tahun depan kita mau buka cabang, hanya untuk tahun ini saya fokuskan bagaimana saya memahami semua tentang seluk beluk cafe itu sendiri," harapnya menutup percakapan.
(gpr)
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
BPS Mengungkap, Gaji...
BPS Mengungkap, Gaji Dipotong 30% Bikin Pekerja Tak Bahagia
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
1 jam yang lalu
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
2 jam yang lalu
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
4 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32...
Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
5 jam yang lalu
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
7 jam yang lalu
Infografis
5 Kampus yang Lulusannya...
5 Kampus yang Lulusannya Banyak Bekerja di BUMN
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved