Harga daging sapi sudah tembus Rp100 ribu/kg
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 19:18 WIB
Harga daging sapi sudah tembus Rp100 ribu/kg
A
A
A
Sindonews.com – Pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, harga daging sapi yang dijual pedagang disejumlah pasar tradisional Kabupaten Ogan Ilir (OI) menunjukkan tren kenaikan signifikan. Biasanya satu kilogram dijual antara Rp70 ribu-Rp80 ribu, kini menyentuh angka Rp100 ribu per kg. Naiknya harga daging sapi yang dijual ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat mendekati Idul Fitri.
“Memang mendekati Lebaran harga daging sapi terus naik secara perlahan. Bayangkan saja awal Ramadan, harga daging sapi masih stabil berada diangka Rp60 ribu-Rp65 ribu per kg. Pada satu pekan mendekati Lebaran pun, harga daging sapi berada diangka Rp85.000 per kg. Hingga H-2 harga daging sapi naik perlahan menjadi Rp95 ribu-Rp100 ribu per kg,” kata Alimin, pegadang sapi Pasar Inderalaya ini, Jumat (17/8/2012).
Dia menjelaskan pada kondisi normal saja kebutuhan masyarakat akan daging sapi hanya berada diantara 100-150 kg per bulan. Namun memasuki Ramadan dan Lebaran ini, kebutuhan daging naik dua kali lipat menjadi 400 kg.
Berdasarkan hukum ekonomi, lanjut dia, apabila permintaan masyarakat akan barang semakin meningkat, maka otomatis harga akan barang itu juga akan akan mengalami peningkatan.
“Wajar jika mendekati Lebaran permintaan daging sapi meningkat. Moment ini sangat tepat bagi pedagang untuk mencari keuntungan. Tentunya kenaikan yang ditetapkan ini masih dalam kategori normal dan wajar saja,” ujar dia.
Kendatipun demikian, pasca Lebaran biasanya harga daging sapi akan mengalami penurunan atau dapat dikatakan kembali pada harga normal. Salah satu pembeli, Hensi, mengaku tidak dapat ebrbuat banyak lagi selain emmbeli daging sapi untuk berlebaran.
"Mendekati Lebaran biasanya harga daging sapi naik. Ya, daripada tidak makan daging sapi, mendingan saya beli satu kilogram saja," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OI, Noorman Yusalwan melalui Kepala Bidang Agribisnis dan Kesehatan Hewan, Amran membenarkan kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran sudah menjadi tren yang terjadi setiap tahunnnya.
“Kami anggap kenaikan harga daging sapi masih dalam batas kewajaran. Jika sudah menyalahi barulah kami akan mengintervensi harga di pasaran,”ujarnya.
Untuk saat ini, kata dia, persediaan daging sapi di OI mencapai 250 ekor sapi dengan tingkat kebutuhan mencapai 200 ekor per bulan. Berarti ada kelebihan 50 ekor sapi yang diap disuplai ke daerah membutuhkan.
Dia mengaku jika kebutuhan daging sapi di Kabupaten OI kurang, maka pihaknya akan meminta kepada pemerintah provinsi untuk menambah atau menyuplai daging sapi sesuai kebutuhan.
“Begitu pula untuk daging ayam masih dikatakan wajar. Sementara telor ayam mencapai Rp17 ribu per kg,” kata Amran seraya mengatakan usai Lebaran biasanya harga daging sapi kembali normal.
“Memang mendekati Lebaran harga daging sapi terus naik secara perlahan. Bayangkan saja awal Ramadan, harga daging sapi masih stabil berada diangka Rp60 ribu-Rp65 ribu per kg. Pada satu pekan mendekati Lebaran pun, harga daging sapi berada diangka Rp85.000 per kg. Hingga H-2 harga daging sapi naik perlahan menjadi Rp95 ribu-Rp100 ribu per kg,” kata Alimin, pegadang sapi Pasar Inderalaya ini, Jumat (17/8/2012).
Dia menjelaskan pada kondisi normal saja kebutuhan masyarakat akan daging sapi hanya berada diantara 100-150 kg per bulan. Namun memasuki Ramadan dan Lebaran ini, kebutuhan daging naik dua kali lipat menjadi 400 kg.
Berdasarkan hukum ekonomi, lanjut dia, apabila permintaan masyarakat akan barang semakin meningkat, maka otomatis harga akan barang itu juga akan akan mengalami peningkatan.
“Wajar jika mendekati Lebaran permintaan daging sapi meningkat. Moment ini sangat tepat bagi pedagang untuk mencari keuntungan. Tentunya kenaikan yang ditetapkan ini masih dalam kategori normal dan wajar saja,” ujar dia.
Kendatipun demikian, pasca Lebaran biasanya harga daging sapi akan mengalami penurunan atau dapat dikatakan kembali pada harga normal. Salah satu pembeli, Hensi, mengaku tidak dapat ebrbuat banyak lagi selain emmbeli daging sapi untuk berlebaran.
"Mendekati Lebaran biasanya harga daging sapi naik. Ya, daripada tidak makan daging sapi, mendingan saya beli satu kilogram saja," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OI, Noorman Yusalwan melalui Kepala Bidang Agribisnis dan Kesehatan Hewan, Amran membenarkan kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran sudah menjadi tren yang terjadi setiap tahunnnya.
“Kami anggap kenaikan harga daging sapi masih dalam batas kewajaran. Jika sudah menyalahi barulah kami akan mengintervensi harga di pasaran,”ujarnya.
Untuk saat ini, kata dia, persediaan daging sapi di OI mencapai 250 ekor sapi dengan tingkat kebutuhan mencapai 200 ekor per bulan. Berarti ada kelebihan 50 ekor sapi yang diap disuplai ke daerah membutuhkan.
Dia mengaku jika kebutuhan daging sapi di Kabupaten OI kurang, maka pihaknya akan meminta kepada pemerintah provinsi untuk menambah atau menyuplai daging sapi sesuai kebutuhan.
“Begitu pula untuk daging ayam masih dikatakan wajar. Sementara telor ayam mencapai Rp17 ribu per kg,” kata Amran seraya mengatakan usai Lebaran biasanya harga daging sapi kembali normal.
(and)
Lihat Juga :