IHSG terperangkap Pelemahan Rupiah
Senin, 10 September 2012 - 08:20 WIB
IHSG terperangkap Pelemahan Rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kali ini terperangkap oleh proyeksi pelemahan rupiah jangka pendek. Diperkirakan IHSG akan berada pada zona 4.060-4.160. Namun, jika rupiah mendekati level psikologis Rp10.000 kondisi IHSG akan menjadi lebih buruk.
"Jika Rupiah kembali melemah hingga mendekati level psikologis Rp10.000, maka bukan tidak mungkin akan menuju serta menguji kembali level terendahnya di akhir bulan lalu di level 3.978," kata Head of Research, KSK Financial Group, David Cornelis, Senin (10/9/2012).
Lanjutnya, IHSG saat ini sedang (undervalued) berada di bawah rata-rata P/E sejak krisis subprime mortgage. Di saat Rupiah terdepresiasi, perusahaan yang memiliki pendapatan dari mata uang dolar namun struktur biayanya dalam mata uang domestik akan mendapat keuntungan.
"Ini seperti perusahaan Perkebunan, Barang Konsumsi, dan Infrastruktur," tegasnya.
Adapun saham pilihan hari ini adalah ADRO, PGAS, dan PTBA, selain tujuh saham jagoan, seperti AALI, ASII, BMRI, GGRM, INDF, INTP, JSMR.
"Sektor pertambangan sudah cukup jatuh dalam hingga hampir 1/3 nilainya sejak awal tahun, maka radar investasi boleh mengarah ke saham yang terbaik di sektor ini," pungkasnya.
"Jika Rupiah kembali melemah hingga mendekati level psikologis Rp10.000, maka bukan tidak mungkin akan menuju serta menguji kembali level terendahnya di akhir bulan lalu di level 3.978," kata Head of Research, KSK Financial Group, David Cornelis, Senin (10/9/2012).
Lanjutnya, IHSG saat ini sedang (undervalued) berada di bawah rata-rata P/E sejak krisis subprime mortgage. Di saat Rupiah terdepresiasi, perusahaan yang memiliki pendapatan dari mata uang dolar namun struktur biayanya dalam mata uang domestik akan mendapat keuntungan.
"Ini seperti perusahaan Perkebunan, Barang Konsumsi, dan Infrastruktur," tegasnya.
Adapun saham pilihan hari ini adalah ADRO, PGAS, dan PTBA, selain tujuh saham jagoan, seperti AALI, ASII, BMRI, GGRM, INDF, INTP, JSMR.
"Sektor pertambangan sudah cukup jatuh dalam hingga hampir 1/3 nilainya sejak awal tahun, maka radar investasi boleh mengarah ke saham yang terbaik di sektor ini," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :