BPH Migas tetap laksanakan tender BBM subsidi
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 18:14 WIB
BPH Migas tetap laksanakan tender BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi H Matori menegaskan akan tetap melaksanakan tender sesuai dengan ketentuan untuk menghindari monopoli penyaluran BBM bersubsidi.
Lagipula, BBM bersubsidi yang akan ditenderkan kurang dari 0,5 persen dari jumlah total kuota BBM bersubsidi yang akan disalurkan pada tahun 2013 nanti. Pernyataan Fahmi tersebut menyikapi pernyataan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dito Ganindito, yang menuding dirinya tidak nasionalis karena memasukkan Shell dan badan usaha nasional kedalam tender penyaluran BBM bersubsidi.
"Dengan tender ini, BPH Migas bisa mendorong kualitas pelayanan SPBU kepada publik. Itu karena dibuka untuk yang lain, Pertamina juga akhirnya meningkatkan pelayanan. Buktinya program "Pasti Pas", muncul," ujar Fahmi saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Tak hanya itu, Fahmi juga mengatakan, langkah ini akan dapat meningkatkan jumlah perusahaan nasional dan koperasi yang ikut berperan dalam distribusi BBM bersubsidi kedepannya.
"Tujuan utamanya adalah bagaimana umat dapat menikmati subsidi dengan merata. Tidak dimonopoli Pertamina yang kurang bisa memeratakan cakupan wilayah distribusi di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Dunia ini sangat menderita, bukan oleh kekejaman orang jahat, melainkan karena diamnya orang-orang baik," tandasnya.
Lagipula, BBM bersubsidi yang akan ditenderkan kurang dari 0,5 persen dari jumlah total kuota BBM bersubsidi yang akan disalurkan pada tahun 2013 nanti. Pernyataan Fahmi tersebut menyikapi pernyataan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dito Ganindito, yang menuding dirinya tidak nasionalis karena memasukkan Shell dan badan usaha nasional kedalam tender penyaluran BBM bersubsidi.
"Dengan tender ini, BPH Migas bisa mendorong kualitas pelayanan SPBU kepada publik. Itu karena dibuka untuk yang lain, Pertamina juga akhirnya meningkatkan pelayanan. Buktinya program "Pasti Pas", muncul," ujar Fahmi saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Tak hanya itu, Fahmi juga mengatakan, langkah ini akan dapat meningkatkan jumlah perusahaan nasional dan koperasi yang ikut berperan dalam distribusi BBM bersubsidi kedepannya.
"Tujuan utamanya adalah bagaimana umat dapat menikmati subsidi dengan merata. Tidak dimonopoli Pertamina yang kurang bisa memeratakan cakupan wilayah distribusi di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Dunia ini sangat menderita, bukan oleh kekejaman orang jahat, melainkan karena diamnya orang-orang baik," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :