BEI belum terima laporan Bakrie Grup di-hacked
Kamis, 11 Oktober 2012 - 14:34 WIB
BEI belum terima laporan Bakrie Grup di-hacked
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum mendapat laporan perihal dibajaknya server email dan telepon Grup Bakrie yang terjadi menjelang rapat Bumi Plc.
"Kami belum dengar, belum ada laporan ke bursa, tapi itu bagus mereka sampaikan ke publik, tapi kita juga belum tahu dampak dari kejadian tersebut apa," terang Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Hoesen menerangkan, sebaiknya pihak Grup Bakrie melaporkan hal tersebut dalam keterbukaan informasi di pasar bursa guna menghindari spekulasi negatif yang berkembang di masyarakat.
"Bagus kalau itu mereka sampaikan terbuka. Bursa juga akan menanyakan perihal tersebut ke grup," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, telepon dan email Grup Bakrie dibajak (hacked). Pembajakan ini terjadi seiring dengan hubungan yang merenggang antara sesama pemegang saham Bumi Plc.
Anehnya, kabar pembajakan akses komunikasi Grup Bakrie yang diklaim telah terjadi selama beberapa bulan tersebar sehari sebelum pertemuan yang akan digelar oleh Bumi Plc di Singapura.
Dalam pertemuan ini, akan dibeberkan hasil investigasi awal dugaan penyelewengan dana yang dilakukan anak usaha Bumi Plc, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).
"Kami mengetahui server email dan telepon kami telah dibajak atau di-hack. Dan kami telah melaporkan hal ini kepada Kepolisian Republik Indonesia, Cyber Crime Unit," kata Senior Vice President Grup Bakrie Christopher Fong seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/10/2012).
Dia menambahkan, Bakrie sudah memiliki tersangka atas siapa yang berada di balik aksi pembajakan email-email personel Grup Bakrie tersebut. Tapi dia menolak untuk menyebutkan siapa pelakunya.
"Kami belum dengar, belum ada laporan ke bursa, tapi itu bagus mereka sampaikan ke publik, tapi kita juga belum tahu dampak dari kejadian tersebut apa," terang Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Hoesen menerangkan, sebaiknya pihak Grup Bakrie melaporkan hal tersebut dalam keterbukaan informasi di pasar bursa guna menghindari spekulasi negatif yang berkembang di masyarakat.
"Bagus kalau itu mereka sampaikan terbuka. Bursa juga akan menanyakan perihal tersebut ke grup," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, telepon dan email Grup Bakrie dibajak (hacked). Pembajakan ini terjadi seiring dengan hubungan yang merenggang antara sesama pemegang saham Bumi Plc.
Anehnya, kabar pembajakan akses komunikasi Grup Bakrie yang diklaim telah terjadi selama beberapa bulan tersebar sehari sebelum pertemuan yang akan digelar oleh Bumi Plc di Singapura.
Dalam pertemuan ini, akan dibeberkan hasil investigasi awal dugaan penyelewengan dana yang dilakukan anak usaha Bumi Plc, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).
"Kami mengetahui server email dan telepon kami telah dibajak atau di-hack. Dan kami telah melaporkan hal ini kepada Kepolisian Republik Indonesia, Cyber Crime Unit," kata Senior Vice President Grup Bakrie Christopher Fong seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/10/2012).
Dia menambahkan, Bakrie sudah memiliki tersangka atas siapa yang berada di balik aksi pembajakan email-email personel Grup Bakrie tersebut. Tapi dia menolak untuk menyebutkan siapa pelakunya.
(gpr)
Lihat Juga :