Pekan ini, IHSG diproyeksi cetak rekor baru
Senin, 15 Oktober 2012 - 08:29 WIB
Pekan ini, IHSG diproyeksi cetak rekor baru
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di akhir pekan kemarin mengulang kesuksesan kembali dengan ditutup di area hijau. Bahkan bisa sedikit melampui level tertinggi terbaru sebelumnya yang juga dicapai di akhir pekan.
Sepanjang pekan ini, IHSG diproyeksi kembali mampu mencatatkan rekor barunya. "Diperkirakan sepekan depan, IHSG akan berada pada rentang support 4.225-4.260 dan resistance 4.325-4.355," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, dalam keterangan yang diterima Sindonews, Senin (15/10/2012).
IHSG terlihat membentuk pola seperti upper long legged doji dan masih mencoba mendekati upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak di atas area overbought dan masih cenderung mendatar.
Sama seperti ulasan sebelumnya dimana pergerakan IHSG yang berhasil kembali menyentuh resisten terbarunya akan mudah mengalami pelemahan bila aksi-aksi profit taking mulai muncul.
IHSG masih akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas. Tetapi, diharapkan pelemahan tersebut masih dalam level terbatas yang didukung oleh data-data ekonomi yang diharapkan dirilis positif.
Berbeda dengan kondisi sebelumnya, kali ini bursa saham global, terutama bursa saham AS dan Eropa mengalami pelemahan di akhir pekan karena kekhawatiran perlambatan ekonomi kian benar-benar terjadi.
Selain data-data tersebut di atas, pada pekan depan juga akan diwarnai dengan berbagai ekspektasi akan laporan keuangan emiten-emiten global. Bisa saja, meskipun emiten tersebut mengalami pertumbuhan kinerja namun, jika masih di bawah estimasi pelaku pasar maka akan memberikan efek negatif ke pasar.
Selain itu, jelang akhir pekan, (jika jadi) akan berlangsung pertemuan para petinggi Eropa yang (seperti biasa) akan membahas penanganan krisis utang lebih lanjut. Pelemahan yang (biasanya) akan terjadi jelang pertemuan akan dimungkinkan.
"Selain itu, perhatikan juga kelanjutan dari babak baru penyelesaian Grup Bakrie vs Bumi Plc Group," tutupnya.
Sepanjang pekan ini, IHSG diproyeksi kembali mampu mencatatkan rekor barunya. "Diperkirakan sepekan depan, IHSG akan berada pada rentang support 4.225-4.260 dan resistance 4.325-4.355," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, dalam keterangan yang diterima Sindonews, Senin (15/10/2012).
IHSG terlihat membentuk pola seperti upper long legged doji dan masih mencoba mendekati upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak di atas area overbought dan masih cenderung mendatar.
Sama seperti ulasan sebelumnya dimana pergerakan IHSG yang berhasil kembali menyentuh resisten terbarunya akan mudah mengalami pelemahan bila aksi-aksi profit taking mulai muncul.
IHSG masih akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas. Tetapi, diharapkan pelemahan tersebut masih dalam level terbatas yang didukung oleh data-data ekonomi yang diharapkan dirilis positif.
Berbeda dengan kondisi sebelumnya, kali ini bursa saham global, terutama bursa saham AS dan Eropa mengalami pelemahan di akhir pekan karena kekhawatiran perlambatan ekonomi kian benar-benar terjadi.
Selain data-data tersebut di atas, pada pekan depan juga akan diwarnai dengan berbagai ekspektasi akan laporan keuangan emiten-emiten global. Bisa saja, meskipun emiten tersebut mengalami pertumbuhan kinerja namun, jika masih di bawah estimasi pelaku pasar maka akan memberikan efek negatif ke pasar.
Selain itu, jelang akhir pekan, (jika jadi) akan berlangsung pertemuan para petinggi Eropa yang (seperti biasa) akan membahas penanganan krisis utang lebih lanjut. Pelemahan yang (biasanya) akan terjadi jelang pertemuan akan dimungkinkan.
"Selain itu, perhatikan juga kelanjutan dari babak baru penyelesaian Grup Bakrie vs Bumi Plc Group," tutupnya.
(rna)
Lihat Juga :