Kenaikan IHSG diprediksi terhambat profit taking
Kamis, 18 Oktober 2012 - 08:40 WIB
Kenaikan IHSG diprediksi terhambat profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Penguatan yang terjadi padai indeks harga saham gabungan (IHSG) hari sebelumnya diperkirakan akan memberikan kesempatan pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).
"Pada perdaganganhari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.312-4.322 dan resistance 4.344-4.352," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada Sindonews, Kamis (18/10/2012).
IHSG membentuk pola seperti spinning tops dan telah menyentuh upper bollinger bands. MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menyentuh area jenuh beli (overbought) dan mulai terbatas kenaikannya.
Sejauh ini, menurut dia, data-data dan berbagai sentimen yang muncul memberikan hasil yang positif. Akan tetapi, dengan posisi IHSG yang menguat, menawarkan peluang mendapatkan keuntungan (gain) yang cukup menarik dan memberikan kesempatan untuk melakukan profit taking.
"Jika kondisi itu terjadi, maka mungkin IHSG sementara akan terkonsolidasi dahulu," simpul Reza.
Pada perdagangan sebelumnya IHSG masih mencoba menguat meski bergerak variatif. Di satu sisi, ada keinginan dari sebagian pelaku pasar untuk profit taking karena merasa bahwa saham yang dimiliki telah memberikan gain yang lumayan besar. Namun, di sisi lain dengan masih bertahannya sentimen positif, sehingga masih banyak yang melakukan aktivitas pembelian. Ini mendorong IHSG untuk naik dan kembali menyentuh level tertinggi terbarunya.
Berita ekspektasi Moody’s yang akan memangkas peringkat utang Spanyol, mengikuti S&P, sempat membuat investor khawatir. Akan tetapi, dengan HSI yang masih bertahan di zona hijau dan positifnya pembukaan bursa saham Eropa setelah rilis turunnya klaim pengangguran Inggris akhirnya membawa IHSG kembali bertengger di zona hijau.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.354,18 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan sempat menyentuh level 4.318,42 (level terendahnya) di jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.337,53. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik.
Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu sentimen positif dari Spanyol, dimana Moody's menjaga rating utang Spanyol di Baa3. Tetapnya rating tersebut seiring dengan penilaian ECB yang berencana akan membeli obligasi Spanyol sehingga menghindarkan Spanyol dari akses ke pasar.
Penilaian ini berbeda dengan S&P sebelumnya yang telah memberi rating BBB- karena keengganan Spanyol untuk meminta bailout. Pergerakan bursa saham Asia dipicu respon positif pelaku pasar terhadap rilis indeks industrial produksi dan indeks perumahan AS yang naik diatas estimasi.
Selain itu, penguatan juga dipicu kabar dari Moody’s yang mempertahankan rating Spanyol sehingga terhindar dari daftar “below investment grade Euro’s” seperti Cyprus, Portugal, Ireland, dan Yunani.
"Jika bursa saham AS dan Eropa masih dapat positif maka diharapkan mampu memberikan sentimen positif ke bursa saham Asia hari ini, termasuk IHSG. Hanya saja, mulai adanya aksi-aksi profit taking itulah yang nantinya dapat menghambat laju kenaikan IHSG," tuturnya.
"Pada perdaganganhari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.312-4.322 dan resistance 4.344-4.352," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada Sindonews, Kamis (18/10/2012).
IHSG membentuk pola seperti spinning tops dan telah menyentuh upper bollinger bands. MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menyentuh area jenuh beli (overbought) dan mulai terbatas kenaikannya.
Sejauh ini, menurut dia, data-data dan berbagai sentimen yang muncul memberikan hasil yang positif. Akan tetapi, dengan posisi IHSG yang menguat, menawarkan peluang mendapatkan keuntungan (gain) yang cukup menarik dan memberikan kesempatan untuk melakukan profit taking.
"Jika kondisi itu terjadi, maka mungkin IHSG sementara akan terkonsolidasi dahulu," simpul Reza.
Pada perdagangan sebelumnya IHSG masih mencoba menguat meski bergerak variatif. Di satu sisi, ada keinginan dari sebagian pelaku pasar untuk profit taking karena merasa bahwa saham yang dimiliki telah memberikan gain yang lumayan besar. Namun, di sisi lain dengan masih bertahannya sentimen positif, sehingga masih banyak yang melakukan aktivitas pembelian. Ini mendorong IHSG untuk naik dan kembali menyentuh level tertinggi terbarunya.
Berita ekspektasi Moody’s yang akan memangkas peringkat utang Spanyol, mengikuti S&P, sempat membuat investor khawatir. Akan tetapi, dengan HSI yang masih bertahan di zona hijau dan positifnya pembukaan bursa saham Eropa setelah rilis turunnya klaim pengangguran Inggris akhirnya membawa IHSG kembali bertengger di zona hijau.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.354,18 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan sempat menyentuh level 4.318,42 (level terendahnya) di jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.337,53. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik.
Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu sentimen positif dari Spanyol, dimana Moody's menjaga rating utang Spanyol di Baa3. Tetapnya rating tersebut seiring dengan penilaian ECB yang berencana akan membeli obligasi Spanyol sehingga menghindarkan Spanyol dari akses ke pasar.
Penilaian ini berbeda dengan S&P sebelumnya yang telah memberi rating BBB- karena keengganan Spanyol untuk meminta bailout. Pergerakan bursa saham Asia dipicu respon positif pelaku pasar terhadap rilis indeks industrial produksi dan indeks perumahan AS yang naik diatas estimasi.
Selain itu, penguatan juga dipicu kabar dari Moody’s yang mempertahankan rating Spanyol sehingga terhindar dari daftar “below investment grade Euro’s” seperti Cyprus, Portugal, Ireland, dan Yunani.
"Jika bursa saham AS dan Eropa masih dapat positif maka diharapkan mampu memberikan sentimen positif ke bursa saham Asia hari ini, termasuk IHSG. Hanya saja, mulai adanya aksi-aksi profit taking itulah yang nantinya dapat menghambat laju kenaikan IHSG," tuturnya.
(rna)
Lihat Juga :