IHSG merah gara-gara aksi profit taking
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 19:50 WIB
IHSG merah gara-gara aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Profit taking yang selama ini dikhawatirkan, akhirnya terjadi. Kondisi tersebut mengakibatkan harapan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk dapat mencatatkan rekor barunya pun kandas ke level 4331,25 atau melemah 25,71 poin.
"IHSG pada perdagangan akhir pekan ini ditutup melemah didorong oleh aksi profit taking yang dilakukan pemodal," kata Analis dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono dalam analisanya, Jumat (18/10/2012).
Selain IHSG, kata Purwoko, bursa regional juga ditutup melemah disebabkan oleh laporan keuangan Google yang lebih rendah dari perkiraan yang menyebabkan menyeret turun saham-saham teknologi.
Selain itu pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari kenaikan klaim tunjangan pengangguran. Orang yang mengambil tunjangan pengangguran meningkat 46.000 pekan lalu menjadi 388.000 lebih banyak dari yang diperkirakan sebesar 365.000.
"Pasar juga masih menanti hasil dari meeting pemimpin-pemimpin negara Uni Eropa yg dimulai hari ini yang berlangsung dua hari untuk membahas kelanjutan masalah utang di Eropa," tegas Purwoko.
Seperti diketahui, IHSG, pada akhir perdagangan Jumat (19/10/2012) turun 25,71 poin atau 0,59 persen menjadi 4.331,25. LQ45 turun 5,3 poin atau 0,7 persen ke 750,3.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,26 triliun dengan volume 5,09 miliar lembar saham. Sebanyak 147 saham melemah, 109 saham menguat, dan 110 saham stagnan.
Lalu sektor pendukung indeks saham mayoritas melemah. Sektor tambang turun 17,44 poin atau 0,9 persen, sektor agri turun 1,04 poin atau 0,05 persen dan sektor konsumsi naik 6,05 poin atau 0,37 persen.
"IHSG pada perdagangan akhir pekan ini ditutup melemah didorong oleh aksi profit taking yang dilakukan pemodal," kata Analis dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono dalam analisanya, Jumat (18/10/2012).
Selain IHSG, kata Purwoko, bursa regional juga ditutup melemah disebabkan oleh laporan keuangan Google yang lebih rendah dari perkiraan yang menyebabkan menyeret turun saham-saham teknologi.
Selain itu pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari kenaikan klaim tunjangan pengangguran. Orang yang mengambil tunjangan pengangguran meningkat 46.000 pekan lalu menjadi 388.000 lebih banyak dari yang diperkirakan sebesar 365.000.
"Pasar juga masih menanti hasil dari meeting pemimpin-pemimpin negara Uni Eropa yg dimulai hari ini yang berlangsung dua hari untuk membahas kelanjutan masalah utang di Eropa," tegas Purwoko.
Seperti diketahui, IHSG, pada akhir perdagangan Jumat (19/10/2012) turun 25,71 poin atau 0,59 persen menjadi 4.331,25. LQ45 turun 5,3 poin atau 0,7 persen ke 750,3.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,26 triliun dengan volume 5,09 miliar lembar saham. Sebanyak 147 saham melemah, 109 saham menguat, dan 110 saham stagnan.
Lalu sektor pendukung indeks saham mayoritas melemah. Sektor tambang turun 17,44 poin atau 0,9 persen, sektor agri turun 1,04 poin atau 0,05 persen dan sektor konsumsi naik 6,05 poin atau 0,37 persen.
(gpr)
Lihat Juga :