Dibanding negara kawasan, Yield RI masih tinggi
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 19:55 WIB
Dibanding negara kawasan, Yield RI masih tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Kendati likuiditas pasar obligasi Indonesia masih lebih rendah dibanding negara kawasan, namun yield Indonesia masih cukup tinggi, sehingga potensi penyerapan di pasar obligasi masih cukup besar.
"Yield sendiri di Indonesia masih cukup tinggi, tetapi setiap tahun memang turun terus karena permintaannya juga semakin banyak," ujar Head of Global Markets HSBC, Ali Setiawan, di gedung World Trade Center, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Tetapi secara umum, lanjut Ali, yield Indonesia dibandingkan negara kawasan masih cukup bagus. Potensi penyerapan di pasar obligasi pun masih cukup besar.
Ali memandang, perlu adanya penambahan instrumen yang lebih banyak, sehingga kondisi tersebut dapat berkembang ke arah yang lebih positif. "Saya melihatnya kalau ada instrumen tambahan lebih bagus, sehingga lebih banyak yang diincar," tambahnya.
Intrumen yang dimaksud, dapat disediakan seperti contohnya berupa Repo. "Biarpun dari sisi capital market hanya bond. Saat ini memang belum begitu berkembang, tetapi slowly pasti akan berkembang, karena butuh waktu," tutupnya.
"Yield sendiri di Indonesia masih cukup tinggi, tetapi setiap tahun memang turun terus karena permintaannya juga semakin banyak," ujar Head of Global Markets HSBC, Ali Setiawan, di gedung World Trade Center, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Tetapi secara umum, lanjut Ali, yield Indonesia dibandingkan negara kawasan masih cukup bagus. Potensi penyerapan di pasar obligasi pun masih cukup besar.
Ali memandang, perlu adanya penambahan instrumen yang lebih banyak, sehingga kondisi tersebut dapat berkembang ke arah yang lebih positif. "Saya melihatnya kalau ada instrumen tambahan lebih bagus, sehingga lebih banyak yang diincar," tambahnya.
Intrumen yang dimaksud, dapat disediakan seperti contohnya berupa Repo. "Biarpun dari sisi capital market hanya bond. Saat ini memang belum begitu berkembang, tetapi slowly pasti akan berkembang, karena butuh waktu," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :