ETF IPIM tawarkan return hingga 25%
Selasa, 30 Oktober 2012 - 14:55 WIB
ETF IPIM tawarkan return hingga 25%
A
A
A
Sindonews.com - PT Indo Premier Investment Management (IPIM) melalui produk reksa dana terbarunya Exchange Trade Fund (ETF) IDX30 dengan kode Bursa XIIT, menawarkan return (imbal hasil) hingga 25 persen per tahun.
"Produk reksa dana EFT IDX30, ini bisa memberikan return berkisar 20-25 persen per tahun dengan target investor ritel dan institusi," ujar Direktur IPIM, Diah Sofiyanti di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Selain return yang cukup tinggi, Diah menambahkan, produk reksa dana tersebut juga ditunjang berbagai keunggulan pengelolaannya yang transaparan serta memungkinkan investor secara langsung memiliki kontrol penuh terhadap saham miliknya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur IPIM John D Item menyebutkan, produk reksa dana ini juga memiliki resiko, yaitu kondisi pasar. Namun demikian, pihaknya tetap optimis bahwa produk ini bisa berkembang karena di Indonesia baru ada tiga produk ETF yang resmi tercatat, sehingga kesempatan yang ada masih terbuka lebar.
"Produk ini bisa dikatakan memperkecil resiko karena didalamnya kan ada 30 saham dengan likuid tinggi dalam satu produk. Jadi bisa diversifikasi, yang artinya investor dapat menambah atau mengurangi portofolio saat perdagangan. Untuk hari ini saja, transaksi sudah mencapai Rp50 miliar," tandasnya.
Untuk dapat memiliki fasilitas yang ditawarkan oleh IDX 30, investor hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp38 juta. Nominal tersebut diperlukan untuk membeli satu basket saham. Dimana, dalam satu basket terdiri dari 200 lot saham, yang harga satu lotnya mencapai Rp190 ribu.
"Produk reksa dana EFT IDX30, ini bisa memberikan return berkisar 20-25 persen per tahun dengan target investor ritel dan institusi," ujar Direktur IPIM, Diah Sofiyanti di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Selain return yang cukup tinggi, Diah menambahkan, produk reksa dana tersebut juga ditunjang berbagai keunggulan pengelolaannya yang transaparan serta memungkinkan investor secara langsung memiliki kontrol penuh terhadap saham miliknya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur IPIM John D Item menyebutkan, produk reksa dana ini juga memiliki resiko, yaitu kondisi pasar. Namun demikian, pihaknya tetap optimis bahwa produk ini bisa berkembang karena di Indonesia baru ada tiga produk ETF yang resmi tercatat, sehingga kesempatan yang ada masih terbuka lebar.
"Produk ini bisa dikatakan memperkecil resiko karena didalamnya kan ada 30 saham dengan likuid tinggi dalam satu produk. Jadi bisa diversifikasi, yang artinya investor dapat menambah atau mengurangi portofolio saat perdagangan. Untuk hari ini saja, transaksi sudah mencapai Rp50 miliar," tandasnya.
Untuk dapat memiliki fasilitas yang ditawarkan oleh IDX 30, investor hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp38 juta. Nominal tersebut diperlukan untuk membeli satu basket saham. Dimana, dalam satu basket terdiri dari 200 lot saham, yang harga satu lotnya mencapai Rp190 ribu.
(rna)
Lihat Juga :