BKPM-Garuda kerja sama promosi investasi
Senin, 12 November 2012 - 16:32 WIB
BKPM-Garuda kerja sama promosi investasi
A
A
A
Sindonews.com - Guna melebarkan jangkauan promosi bidang investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA).
Kepala BKPM Chatib Basri mengatakan, panandatanganan tersebut sekaligus menandai kerja sama dalam mempromosikan sektor penanaman modal Indonesia yang dilakukan melalui 120 unit pesawat milik Garuda yang dimulai pada tahun 2013 mendatang.
"Kita melakukan promosi disamping ada kerja sama dua belah pihak, dimana BKPM mencoba untuk memanfaatkan pemasangan editorial pada inflight magazine Garuda, dan meletakkan promosi," terang Chatib di gedung BKPM, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Diakuinya, promosi lewat produk layanan Garuda ini sendiri bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya, BKPM telah melakukan kerja sama promosi sejak 2010. Cara ini terbilang cukup manjur untuk mengenalkan pasar modal pada umumnya dan emiten-emiten di Indonesia pada kususnya.
Dengan demikian, para penumpang Garuda memiliki ketertarikan untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
"Terbang ke Tokyo itu enam jam, hampir tujuh jam. Kalau saya terbang, sering kali ada informasi mengenai investasi di negara lain. Investor datang ke suatu negara, berangkat sebagai turis. Bila ada keuntungan, maka dia mulai trade (melakukan perdagangan) kemudian investment (melakukan investasi). Kan konektivitas, akses penerbangan sudah ada," sambung dia.
Kepala BKPM Chatib Basri mengatakan, panandatanganan tersebut sekaligus menandai kerja sama dalam mempromosikan sektor penanaman modal Indonesia yang dilakukan melalui 120 unit pesawat milik Garuda yang dimulai pada tahun 2013 mendatang.
"Kita melakukan promosi disamping ada kerja sama dua belah pihak, dimana BKPM mencoba untuk memanfaatkan pemasangan editorial pada inflight magazine Garuda, dan meletakkan promosi," terang Chatib di gedung BKPM, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Diakuinya, promosi lewat produk layanan Garuda ini sendiri bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya, BKPM telah melakukan kerja sama promosi sejak 2010. Cara ini terbilang cukup manjur untuk mengenalkan pasar modal pada umumnya dan emiten-emiten di Indonesia pada kususnya.
Dengan demikian, para penumpang Garuda memiliki ketertarikan untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
"Terbang ke Tokyo itu enam jam, hampir tujuh jam. Kalau saya terbang, sering kali ada informasi mengenai investasi di negara lain. Investor datang ke suatu negara, berangkat sebagai turis. Bila ada keuntungan, maka dia mulai trade (melakukan perdagangan) kemudian investment (melakukan investasi). Kan konektivitas, akses penerbangan sudah ada," sambung dia.
(rna)
Lihat Juga :