Pasar properti DIY diminati pengembang luar daerah
Jum'at, 16 November 2012 - 16:19 WIB
Pasar properti DIY diminati pengembang luar daerah
A
A
A
Sindonews.com – Pasar properti di Kota Yogyakarta menarik minat pengembang luar daerah untuk berpartisipasi mempromosikan dan menjual. Yogyakarta dikenal majemuk dan merupakan miniatur Indonesia. Tidak hanya hunian tempat tinggal, namun juga untuk apartemen dan kondotel.
“Pasar Yogyakarta memang kita bidik, disamping Jakarta dan Surabaya,” jelas Public Relations The Grand Banua Banjarmasin, Nia Kurniawati di Yogyakarta, Jumat (16/11/2012).
Event REI Expo yang digelar di Plaza Ambarrukmo menjadi waktu yang spesial bagi Grand Banua untuk menawarkan produk apartemennya. Setidaknya dalam dua hari pameran sudah mampu menjual dua unit apartemen dari target 10 unit.
Apartemen yang ditawarkan ini dipatok dengan harga Rp400-Rp600 juta. Harga ini cukup murah dibanding pasar apartemen yang ada di kota Gudeg. “Selama pameran kita berikan bonus tiket Yogyakarta-Banjarmasin bagi pembeli untuk melihat lokasi,” jelasnya.
Grand Banua Banjarmasin merupakan proyek di kawasan superblock di lahan gambut. Tower pertama terdiri dari 175 unit dengan 21 lantai dan telah terjual seluruhnya. Tower kedua dengan 100 kamar ini merupakan pengembangan dari tower pertama.
Perumahan dengan konsep citywalk tersebut mengusung apartemen dengan konsep modern minimalis. “Yogyakarta cukup majemuk, dari suku mana saja ada. Karena itu, kita pameran di Yogyakarta,” jelas Nia.
Sementara Ciputra yang dikenal sebagai properti nasional di Jakarta dan Semarang juga membidik properti Yogyakarta. Ada dua komplek perumahan, CitraSun Garden dan CitraGrand Mutiara. Satu lagi merupakan konsep kondotel.
“Kita niat masuk sudah sejak tiga tahun lalu, karena Yogyakarta cukup menarik pasarnya,” jelas Marketing Manager CitraGrand Mutiara Berlian Febriana.
Menurutnya, pasar properti selalu identik dengan lokasi yang strategis dengan harga murah. Namun, ini tidak sepenuhnya berlaku di kota pelajar. Ada pembeli yang siap membeli dengan harga berapapun, asalkan strategis dan dia suka.
“Pasar Yogyakarta memang kita bidik, disamping Jakarta dan Surabaya,” jelas Public Relations The Grand Banua Banjarmasin, Nia Kurniawati di Yogyakarta, Jumat (16/11/2012).
Event REI Expo yang digelar di Plaza Ambarrukmo menjadi waktu yang spesial bagi Grand Banua untuk menawarkan produk apartemennya. Setidaknya dalam dua hari pameran sudah mampu menjual dua unit apartemen dari target 10 unit.
Apartemen yang ditawarkan ini dipatok dengan harga Rp400-Rp600 juta. Harga ini cukup murah dibanding pasar apartemen yang ada di kota Gudeg. “Selama pameran kita berikan bonus tiket Yogyakarta-Banjarmasin bagi pembeli untuk melihat lokasi,” jelasnya.
Grand Banua Banjarmasin merupakan proyek di kawasan superblock di lahan gambut. Tower pertama terdiri dari 175 unit dengan 21 lantai dan telah terjual seluruhnya. Tower kedua dengan 100 kamar ini merupakan pengembangan dari tower pertama.
Perumahan dengan konsep citywalk tersebut mengusung apartemen dengan konsep modern minimalis. “Yogyakarta cukup majemuk, dari suku mana saja ada. Karena itu, kita pameran di Yogyakarta,” jelas Nia.
Sementara Ciputra yang dikenal sebagai properti nasional di Jakarta dan Semarang juga membidik properti Yogyakarta. Ada dua komplek perumahan, CitraSun Garden dan CitraGrand Mutiara. Satu lagi merupakan konsep kondotel.
“Kita niat masuk sudah sejak tiga tahun lalu, karena Yogyakarta cukup menarik pasarnya,” jelas Marketing Manager CitraGrand Mutiara Berlian Febriana.
Menurutnya, pasar properti selalu identik dengan lokasi yang strategis dengan harga murah. Namun, ini tidak sepenuhnya berlaku di kota pelajar. Ada pembeli yang siap membeli dengan harga berapapun, asalkan strategis dan dia suka.
(rna)
Lihat Juga :