Aturan DP rumah & motor untungkan perbankan syariah
Jum'at, 23 November 2012 - 21:44 WIB
Aturan DP rumah & motor untungkan perbankan syariah
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, setelah adanya aturan mengenai Down Payment (DP) bagi pembelian kredit kendaraan bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank konvensional Juli lalu, bank syariah mendapat berkah. Pasalnya, masyarakat ternyata beralih mengambil kredit ini dari perbankan konvensional.
Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Edi Setiadi menyebut, dari Juli lalu, menurut data BI, secara bulan ke bulan (m to m), pembiayaan perbankan syariah di dua sektor ini trennya mengalami kenaikan sekira tiga sampai empat persen.
"Ini akibat pemberlakuan aturan DP di perbankan konvensional, jadi yang tadinya di perbankan konvensional berubah ke perbankan syariah," ujar Edi saat Bankers Dinner, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (23/11/2012) malam.
Total pembiayaan perbankan syariah di kedua sektor kredit ini, tambah Edy, juga telah mengalami kenaikan mencapai 13 persen dari total pembiayaan. "Total pembiayaan di sektor KKB dan KPR mencapai Rp168 triliun di perbankan syariah," jelasnya.
Edy menambahkan, penyaluran kredit KKB dan KPR ini, juga lebih bersifat konsumtif ketimbang produktif. Karena itu, jika BI tidak mengerem laju pertumbuhan di KKB dan KPR ini, jelas Edi, total pembiayaan perbankan syariah bisa mencapai 20 persen dari total pembiayaan.
"Secara total, prediksi kita, secara maksimal, pembiayaan perbankan syariah akan bergerak ke 20 persen dari total pembiayaan. Makanya kita rem dari RBB, kalau peningkatan dan risiko terlalu besar, kita rem," pungkasnya.
Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Edi Setiadi menyebut, dari Juli lalu, menurut data BI, secara bulan ke bulan (m to m), pembiayaan perbankan syariah di dua sektor ini trennya mengalami kenaikan sekira tiga sampai empat persen.
"Ini akibat pemberlakuan aturan DP di perbankan konvensional, jadi yang tadinya di perbankan konvensional berubah ke perbankan syariah," ujar Edi saat Bankers Dinner, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (23/11/2012) malam.
Total pembiayaan perbankan syariah di kedua sektor kredit ini, tambah Edy, juga telah mengalami kenaikan mencapai 13 persen dari total pembiayaan. "Total pembiayaan di sektor KKB dan KPR mencapai Rp168 triliun di perbankan syariah," jelasnya.
Edy menambahkan, penyaluran kredit KKB dan KPR ini, juga lebih bersifat konsumtif ketimbang produktif. Karena itu, jika BI tidak mengerem laju pertumbuhan di KKB dan KPR ini, jelas Edi, total pembiayaan perbankan syariah bisa mencapai 20 persen dari total pembiayaan.
"Secara total, prediksi kita, secara maksimal, pembiayaan perbankan syariah akan bergerak ke 20 persen dari total pembiayaan. Makanya kita rem dari RBB, kalau peningkatan dan risiko terlalu besar, kita rem," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :