OJK: Jumlah Investor domestik masih rendah
Rabu, 28 November 2012 - 11:22 WIB
OJK: Jumlah Investor domestik masih rendah
A
A
A
Sindonews.com - Sejalan dengan minimnya jumlah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan jumlah investor tanah air juga rupanya masih dipandang terlalu minim dibanding presentase jumlah penduduk.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida menyebutkan, saat ini jumlah investor yang ada di Indonesia hanya sekitar 0,2 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 363.094 investor.
"Meski Indonesia masuk empat negara kinerja terbaik setelah Thailand, India dan Hongkong, namun jumlah investornya belum bertumbuh signifikan," terang dia di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Lebih lanjut dirinya menerangkan, masih rendahnya partisipasi penduduk Indonesia dalam berinvestasi di Pasar modal, terlihat dari porsi kepemilikan asing di bursa Indonesia yang masih dominan mencapai 59,40 persen.
"Sedangkan investor domestik hanya mencapai 40,60 persen saja. Kalau terjadi reversal di asing maka itu tentunya akan mengguncang perekonomian domestik. Jadi strateginya asing tetap dalam porsi besar, tapi domestik ditingkatkan," sambung dia.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida menyebutkan, saat ini jumlah investor yang ada di Indonesia hanya sekitar 0,2 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 363.094 investor.
"Meski Indonesia masuk empat negara kinerja terbaik setelah Thailand, India dan Hongkong, namun jumlah investornya belum bertumbuh signifikan," terang dia di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Lebih lanjut dirinya menerangkan, masih rendahnya partisipasi penduduk Indonesia dalam berinvestasi di Pasar modal, terlihat dari porsi kepemilikan asing di bursa Indonesia yang masih dominan mencapai 59,40 persen.
"Sedangkan investor domestik hanya mencapai 40,60 persen saja. Kalau terjadi reversal di asing maka itu tentunya akan mengguncang perekonomian domestik. Jadi strateginya asing tetap dalam porsi besar, tapi domestik ditingkatkan," sambung dia.
(gpr)
Lihat Juga :