KEN tak rekomendasikan harga BBM subsidi naik

Senin, 10 Desember 2012 - 12:36 WIB
KEN tak rekomendasikan...
KEN tak rekomendasikan harga BBM subsidi naik
A A A
Sindonews.com - Komite Ekonomi Nasional (KEN) meminta adanya pelarangan mobil pribadi untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini lebih konkrit dibandingkan dengan menaikan harga BBM bersubsidi.

Ketua KEN Chairul Tanjung menyatakan, pelarangan tersebut akan mengurangi pengguna BBM bersubsidi sebesar 70 persen.

"KEN tidak bilang naikkan harga BBM, tapi lakukan pelarangan untuk mobil pribadi. (Dengan begitu) Sebanyak 70 persen pemakaian BBM subsidi itu hilang," ujar Chairul di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (10/12/2012).

Kenapa tidak dinaikkan? Chairul berpendapat, jika memilih opsi penaikkan BBM bersubsidi, maka akan merugikan masyarakat miskin. Pasalnya harga-harga akan dipastikan beranjak naik dan akan mempengaruhi pengeluaran mereka. Sementara orang kaya meski akan kekurangan subsidi, namun mereka masih bisa bertahan lantaran memiliki dana cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

"Beda sama orang kaya. Jadi kenaikan harga BBM, bukan rekomendasi yang baik, tetapi penghapusan subsidi barang itu yang tepat," tegas Chairul.

Dia menjelaskan, ada dua filosofi yang diusung oleh KEN untuk mengahadapi hal ini. Pertama, subsidi BBM masih tergolong diperlukan untuk orang yang memerlukan. Kedua, subsidi orang adalah langkah yang paling tepat dibandingkan dengan subsidi barang yang selama ini dilakukan.

"Dengan posisi seperti itu, jelas posisi KEN, BBM mayoritas diberikan kepada pengendara pribadi. Jadi orang yang beli mobil, itu tidak tepat sasaran karena mereka tidak miskin dan tidak hampir miskin," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
26 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
43 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
49 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
54 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
54 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved