CT : Mudah larang mobil pribadi 'minum' BBM subsidi
Senin, 10 Desember 2012 - 14:01 WIB
CT : Mudah larang mobil pribadi 'minum' BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah sempat berencana melakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan melarang mobil pribadi. Rencana yang sempat terbersit di pertengahan tahun 2012 tersebut, tak kunjung terealisasi karena kerumitan di lapangan.
Ketua Komite Ekonomi nasional (KEN) Chairul Tanjung menilai, langkah ini harus segera terealisasi pada tahun 2013. Menurutnya tidak ada yang rumit dalam menyelenggarakan program pelarangan penggunaan BBM bersubsidi bagi mobil pribadi.
"Apanya yang rumit, Kalau semua pom bensin bikin jalur khusus motor saja," ucap Chairul di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Bayangkan, Jika langkah ini teralisasi, maka 70 persen pengguna BBM yang tidak layak akan terpangkas dan beralih menggunakan BBM nonsubsidi. Jadi, dia menegaskan jika pemerintah betul ingin melakukan penghematan dari sektor energi, maka hal ini mesti segera dilakuakn.
"Ini cuma soal mau atau tidak mau," tandas Chairul.
Dia menjelaskan, ada dua filosofi yang diusung oleh KEN untuk mengahadapi pembatasan BBM subsidi. Pertama, subsidi BBM masih tergolong diperlukan untuk orang yang memerlukan. Kedua, subsidi orang adalah langkah yang paling tepat dibandingkan dengan subsidi barang yang selama ini dilakukan.
"Dengan posisi seperti itu, jelas posisi KEN, BBM mayoritas diberikan kepada pengendara pribadi. Jadi orang yang beli mobil, itu tidak tepat sasaran karena mereka tidak miskin dan tidak hampir miskin,"pungkasnya.
Ketua Komite Ekonomi nasional (KEN) Chairul Tanjung menilai, langkah ini harus segera terealisasi pada tahun 2013. Menurutnya tidak ada yang rumit dalam menyelenggarakan program pelarangan penggunaan BBM bersubsidi bagi mobil pribadi.
"Apanya yang rumit, Kalau semua pom bensin bikin jalur khusus motor saja," ucap Chairul di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Bayangkan, Jika langkah ini teralisasi, maka 70 persen pengguna BBM yang tidak layak akan terpangkas dan beralih menggunakan BBM nonsubsidi. Jadi, dia menegaskan jika pemerintah betul ingin melakukan penghematan dari sektor energi, maka hal ini mesti segera dilakuakn.
"Ini cuma soal mau atau tidak mau," tandas Chairul.
Dia menjelaskan, ada dua filosofi yang diusung oleh KEN untuk mengahadapi pembatasan BBM subsidi. Pertama, subsidi BBM masih tergolong diperlukan untuk orang yang memerlukan. Kedua, subsidi orang adalah langkah yang paling tepat dibandingkan dengan subsidi barang yang selama ini dilakukan.
"Dengan posisi seperti itu, jelas posisi KEN, BBM mayoritas diberikan kepada pengendara pribadi. Jadi orang yang beli mobil, itu tidak tepat sasaran karena mereka tidak miskin dan tidak hampir miskin,"pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :