Menkeu sampaikan simpati untuk DPR
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:55 WIB
Menkeu sampaikan simpati untuk DPR
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengungkapkan, keprihatinannya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang saat ini sering disebut terkait pemerasan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).
Hal tersebut disampaikan mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut saat rapat kerja soal privatisasi PT Semen Baturaja yang kala itu harusnya dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
"Tadi saya sampaikan sama DPR bahwa ketika DPR menyampaikan keprihatinannya akan dugaan pemerasan dan pengkondisian, sehingga untuk manfaat pribadi, kami menyampaikan simpati," ungkap Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Agus mengaku, dia juga mengalami hal serupa, sehingga selaku rekan kerja, rasa simpati ini patut disampaikan. Dirinya sendiri saat ini disebut-sebut terkait kasus Hambalang yang sudah menyeret satu tersangka, yaitu Andi Malarangeng yang sebelumnya menjabat Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora).
"Di dalamnya kan tertulis Menkeu tersangkut ini, yang lalu kan ketika satu bulan yang lalu, kalau dibaca auditnya antara fakta dan kesimpulan tidak nyambung. Tetapi kalau saya dikasih kesempatan review, saya bisa kasih tahu ini tidak nyambung. Ini belum lengkap, sehingga bisa dilengkapi," paparnya.
Dia menuturkan, selaku bedahara umum negara yang ditugaskan presiden untuk mengurus fiskal, maka harusnya diberikan hak untuk menjawab terkait masalah tersebut. "Untuk hal ini, saya yakin ada kekhilafan dan kalau sudah dibawa ke publik, kan menjadi jelek," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut saat rapat kerja soal privatisasi PT Semen Baturaja yang kala itu harusnya dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
"Tadi saya sampaikan sama DPR bahwa ketika DPR menyampaikan keprihatinannya akan dugaan pemerasan dan pengkondisian, sehingga untuk manfaat pribadi, kami menyampaikan simpati," ungkap Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Agus mengaku, dia juga mengalami hal serupa, sehingga selaku rekan kerja, rasa simpati ini patut disampaikan. Dirinya sendiri saat ini disebut-sebut terkait kasus Hambalang yang sudah menyeret satu tersangka, yaitu Andi Malarangeng yang sebelumnya menjabat Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora).
"Di dalamnya kan tertulis Menkeu tersangkut ini, yang lalu kan ketika satu bulan yang lalu, kalau dibaca auditnya antara fakta dan kesimpulan tidak nyambung. Tetapi kalau saya dikasih kesempatan review, saya bisa kasih tahu ini tidak nyambung. Ini belum lengkap, sehingga bisa dilengkapi," paparnya.
Dia menuturkan, selaku bedahara umum negara yang ditugaskan presiden untuk mengurus fiskal, maka harusnya diberikan hak untuk menjawab terkait masalah tersebut. "Untuk hal ini, saya yakin ada kekhilafan dan kalau sudah dibawa ke publik, kan menjadi jelek," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :