Menkeu bantah tidak perhatikan industri padat karya
Kamis, 13 Desember 2012 - 20:30 WIB
Menkeu bantah tidak perhatikan industri padat karya
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah membantah jika dikatakan kurang memperhatikan sektor industri padat karya dibandingkan dengan sektor pertambangan. Pasalnya, dari segi fiskal kedua sektor ini selalu diberikan sesuai dengan kebutuhan.
"Jadi tidak betul jika dikatakan kita lebih memperhatikan sektor pertambangan yang lalu dan kurang perhatikan padat karya," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Agus menyatakan dari dulu hingga sekarang fiskal selalu tertuju pada industri yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Seperti misalnya padat karya ataupun UMKM juga dijadikan prioritas karena menyerap banyak tenaga kerja.
"Dan UMKM juga kita berikan penyikapan fiskal. Itu kita memberikan prioritas usaha-usaha yang menyerap tenaga kerja," jelasnya.
Sementara itu, pada industri pertambangan, Agus menegaskan ada banyak hal yang menjadi peringatan di akhir-akhir ini untuk memperbaiki sektor. Seperti dengan hilirisasi ataupun dengan penjagaan lingkungan.
"Karena banyak sekali pengelolaan pertambangan yang kurang jaga lingkungan," tegas Agus. Selain itu, juga ada permintaan untuk peningkatan pembayaran royalti maupun pajak.
"Jadi tidak betul jika dikatakan kita lebih memperhatikan sektor pertambangan yang lalu dan kurang perhatikan padat karya," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Agus menyatakan dari dulu hingga sekarang fiskal selalu tertuju pada industri yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Seperti misalnya padat karya ataupun UMKM juga dijadikan prioritas karena menyerap banyak tenaga kerja.
"Dan UMKM juga kita berikan penyikapan fiskal. Itu kita memberikan prioritas usaha-usaha yang menyerap tenaga kerja," jelasnya.
Sementara itu, pada industri pertambangan, Agus menegaskan ada banyak hal yang menjadi peringatan di akhir-akhir ini untuk memperbaiki sektor. Seperti dengan hilirisasi ataupun dengan penjagaan lingkungan.
"Karena banyak sekali pengelolaan pertambangan yang kurang jaga lingkungan," tegas Agus. Selain itu, juga ada permintaan untuk peningkatan pembayaran royalti maupun pajak.
(gpr)
Lihat Juga :