Kuningan kawasan sewa termahal bagi ekspatriat

Selasa, 08 Januari 2013 - 14:27 WIB
Kuningan kawasan sewa...
Kuningan kawasan sewa termahal bagi ekspatriat
A A A
Sindonews.com - Konsultan properti Colliers International menyatakan wilayah Kuningan merupakan kawasan termahal sektor residensial atau penyewaan perumahan bagi kalangan ekspatriat alias warga negara asing (WNA).

Berdasarkan data Colliers International, harga sewa tanah per tahun di wilayah Kuningan mencapai Rp21,4 juta/meter per segi (m2) pada kuartal IV 2012. Sementara kawasan lain, yaitu Kebayoran Baru mencapai Rp19,3 juta/m2, Menteng Rp19,1 juta/m2, Pondok Indah Rp17,6/m2, Permata Hijau Rp15,7/m2, Kemang Rp8,4 juta/m2, Cipete Rp7,3 juta/m2, Pejaten Rp7,3 juta/m2 dan Cilandak Rp6,5 juta/m2.

Mahalnya harga sewa tanah kawasan residensial bagi WNA karena masih sedikit suplai rumah yang sesuai dengan standar ekspatriat. Meskipun demikian, kawasan ini masih sangat prospektif terutama di wilayah Selatan Jakarta.

"Salah satu persoalan utama dalam sektor residensial untuk ekspatriat adalah masih sulitnya mencari rumah berstandar ekspatriat," kata Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan tentang sektor properti kuartal IV 2012 di Jakarta, Selasa (8/1/2012).

Menurut Ferry, hanya sedikit daerah yang memiliki rumah berstandar ekspatriat, di antaranya Pondok Indah dan Kemang, Jakarta Selatan.

Dia memaparkan, karakteristik yang dinilai sesuai dengan standar ekspatriat seperti luas rumah yang besar dan memiliki backyard (halaman belakang).

"Rumah ini secara stok tidak banyak pertumbuhannya sehingga tidak terlalu banyak. Kalau ada pasti menjadi rebutan (antarekspatriat)," ujarnya.

Terkait dengan kenaikan harga sewa, lanjut Ferry, sekitar USD500-1.000 per unit rumah. Selain itu, pada saat ini banyak "landlord" yang menginginkan agar penyewaan rumah dilakukan minimal dua tahun.

Selin itu, banyak WNA yang mencari residensial atau tempat tinggal di daerah-daerah yang dekat dengan institusional internasional, seperti sekolah internasional, terutama di kawasan Jakarta Selatan.

Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers International, Aleviery Akbar mengemukakan, ekspatriat berposisi tinggi seperti CEO bisa mengalokasikan anggaran hingga sebesar USD10.000-15.000 per bulan untuk pengeluaran residensial. "Ada kenaikan yang cukup signifikan untuk sektor residensial ekspatriat," kata Aleviery.

Sementara untuk apartemen sewa, menurut Aleviery, terjadi kenaikan harga sewa sekitar 10-20 persen pada 2012 dibanding tahun sebelumnya, antara lain karena kenaikan "service charge" yang dibebankan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
50 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved