Kembangkan pasar obligasi, BondRI hadir di Indonesia

Senin, 21 Januari 2013 - 16:46 WIB
Kembangkan pasar obligasi,...
Kembangkan pasar obligasi, BondRI hadir di Indonesia
A A A
Sindonews.com - PT Efek Pakarindo menghadirkan Bond Research Institute atau BondRI guna memberikan informasi akurat mengenai pasar modal, terutama pasar obligasi di Tanah Air kepada para pelaku jasa keuangan maupun pasar modal.

Direktur Utama BondRI, Tumpal Sihombing menyatakan, BondRI sengaja dihadirkan untuk dapat menyediakan kebutuhan informasi dan data yang akurat dan kredibel berbasiskan pada riset dan jasa pengembangan kapasitas SDM.

"Para pelaku jasa keuangan dan pasar modal dapat memanfaatkan layanan BondRI sebagai penyedia data dan informasi yang akurat dan terpercaya," ujar Tumpal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Selain layanan data dan informasi yang akurat, BondRI juga menyediakan program edukasi best practice data dan informasi dalam rangka menggali potensi para pelaku pasar ke level terapan. Edukasi ini, lanjut Tumpal, dapat menjadi referensi ilmu bagi para pelaku jasa keuangan dan pasar modal dalam mengambil keputusan dengan tepat terkait dengan investasi yang dimilikinya.

"Kami memberanikan diri menjadi lembaga yang pertama fokus kepada riset dan edukasi di bidang obligasi dan fixed income. Dan kami berharap apa yang kami kerjakan akan menjadi added values baik bagi investor, ataupun bagi perkembangan pasar modal Indonesia yang lebih sehat dan rasional," tegas dia.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Frederica Widyasari Dewi menyambut positif kehadiran Bond Research Instititute. "Kehadiran BondRI dapat mendukung dan bersinergi dengan program-program pengembangan pasar modal Indonesia yang dilakukan oleh pihak regulator, SRO dan pelaku pasar," kata dia.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani menyatakan, kurang berkembangnya obligasi korporasi dibanding obligasi pemerintah, baik dari sisi nilai maupun transkasi karena kekurangtahuan pelaku atau lembaga yang menjadi investor obligasi. "Kehadiran BondRI diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi market dan membantu para pelaku, sehingga akan membuat pasat menjadi lebih likuid dan berkembang," harap dia.

Adapun, susunan direksi BondRI, yakni:
1. Direktur Utama : Tumpal Sihombing
2. Direktur Pemasaran dan Penjualan : Rudy P Tobing
3. Direktur Riset dan Edukasi : Adhi Vitara

Sementara susunan komisaris, yakni :

1. Komisaris Utama : Teddy Prasetya
2. Komisaris : Junijo Yahya
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
Pasar Obligasi Indonesia...
Pasar Obligasi Indonesia Masih Tawarkan Imbal Hasil yang Legit buat Asing
ORI 017 Investasi Risiko...
ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini
Dengan Sejuta Rupiah,...
Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah
Obligasi Korporasi Lebih...
Obligasi Korporasi Lebih Menggiurkan Dibanding Punya Pemerintah
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
43 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
57 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
57 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved